Senin, 19 Maret 2018 09:09 WITA

Pangkat JR Saragih Lompat Dua Kali, Ini Jenjang Kepangkatan Lengkap TNI

Editor: Abu Asyraf
Pangkat JR Saragih Lompat Dua Kali, Ini Jenjang Kepangkatan Lengkap TNI
JR Saragih

RAKYATKU.COM - Mabes TNI Angkatan Darat (AD) akhirnya angkat bicara terkait polemik kepangkatan Jopinus Ramli (JR) Saragih. Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh memberi pernyataan mengejutkan.

"Memang benar bahwa Jopinus Ramli Saragih pernah berdinas sebagai prajurit TNI AD dengan pangkat terakhir Kapten CPM dan berdinas di Pomdam III," ujar Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyatku.com.

Saragih terakhir menjabat Dansubdenpom Purwakarta. Dia mengajukan pensiun dini pada tahun 2008. Usai mengakhiri kariernya di militer, ia memilih mengembangkan usaha yang sudah dirintisnya: klinik kesehatan di Purwakarta. 

Sebuah klinik yang dia dirikan dengan mengumpulkan gajinya demi membantu warga yang kesulitan mengakses mahalnya layanan kesehatan. Tahun 2004, klinik itu berhasil dikembangkan JR menjadi Rumah Sakit dengan nama RS Efarina Etaham. Pada 2008, RS Efarina memperoleh akreditasi RS tipe A.

Saat ini, RS Efarina Etaham sudah berdiri di Berastagi Kabupaten Karo dan Pangkalan Kerinci Riau. Dengan RS ini, JR mendirikan SMA/SMK Plus Efarina dan Universitas Efarina.

Pada Pilkada 2010, JR Saragih dan Nuriaty Damanik terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Saragih-Nuriaty meraih 148.977 suara dari total 384.420 suara sah.

Pada Pilkada 2015, JR Saragih kembali terpilih dengan berpasangan Amran Sinaga. Mereka meraih 120.625 suara (34,69%) mengalahkan empat pasangan lainnya, Tumpak Siregar-Irwansyah Damanik (92.402 suara atau 26,57%), Evra Sasky Damanik-Sugito (67.435 suara atau 19,39%), Nuriaty Damanik-Posman Simarmata (59.874 suara atau 17,22%), serta Lindung Gurning-Soleh Saragih (7.416 suara atau 2,13%).

Masalah muncul saat JR Saragih ingin naik pangkat menjadi gubernur. Ijazah dan klaim atas pangkat terakhir di TNI dipersoalkan. Saat mendaftar sebagai calon bupati Simalungun, dia mengklaim diri berpangkat Letnan Kolonel. Namun, Mabes TNI menyebut pangkat terakhirnya Kapten CPM.

Artinya, jika pangkatnya kapten, maka JR Saragih kemungkinan mendapat pangkat kehormatan sebagai mayor. Kalau letnan kolonel, artinya lompat dua kali dari pangkat terakhir saat masih aktif sebagai anggota TNI.

Pengamat Militer dari Universitas Padjajaran Bandung Muradi mengatakan, kenaikan pangkat luar biasa di TNI memiliki ketentuan sendiri, yaitu berbasis profesionalitas dan merit system. Meski begitu, jika terjadi kenaikan pangkat luar biasa, maka ada sedikitnya ada empat faktor yang membuatnya cepat.

Pertama, kata Muradi, karena sang prajurit TNI itu memiliki prestasi luar biasa. "Misalnya saja ketika prajurit ikut berperang dan sukses membebaskan sandera seperti kasus di Papua kemarin, " kata Muradi yang juga Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad ini seperti dikutip dari Tempo, Senin (19/3/2018).

Faktor kedua karena sang prajurit memiliki keahlian luar biasa di divisinya. Misalnya seorang Letnan Kolonel yang memiliki keahlian di bidang bedah kedokteran dan sukses mengoperasi pasien.

Yang ketiga, Muradi menganggap ini sering terjadi dan belakangan berpotensi menjadi masalah sebab kenaikan jabatan karena kedekatan dengan pimpinan. " Ini perlu didiskusikan secara lebih serius karena misalkan, ada prajurit yang tiba-tiba naik pangkat tinggi, tapi tidak tahu prestasinya apa" kata Muradi.

Faktor keempat, menurut Muradi lebih dikarenakan anggota TNI itu mau pensiun dini. Muradi menilai JR Saragih adalah salah satunya. "Dia mayor, lalu dia pensiun menjadi Letnan Kolonel. Artinya itu masih dimungkinkan. JR Saragin bisa jadi (juga) karena kedekatan dengan misalnya pimpinan di internal TNI," ujar Muradi.

Berikut jenjang kepangkatan di TNI:

Pangkat JR Saragih Lompat Dua Kali, Ini Jenjang Kepangkatan Lengkap TNI
 

Berita Terkait