Senin, 19 Maret 2018 08:29 WITA

Polwan Cantik Ditawari Jadi PSK dengan Tarif Rp200 Ribu Per Jam

Editor: Abu Asyraf
Polwan Cantik Ditawari Jadi PSK dengan Tarif Rp200 Ribu Per Jam
Brigadir Popy (kanan) dan Bripda Fitria (berjilbab) dua polwan yang sempat menyamar sebagai PSK. (FOTO: KOMPAS.COM)

RAKYATKU.COM - Ada apa polisi wanita (Polwan) nyambi jadi pekerja seks komersil (PSK)? Pastinya bukan karena kekurangan uang.

Dua Polwan di Polres Garut menceritakan pengalamannya masuk ke markas penyedia PSK di Bali. 

Sebelumnya, sejumlah gadis asal Garut diperkerjakan di Bali sebagai PSK. Awalnya, mereka direkrut dengan alasan akan dipekerjakan di sejumlah tempat di Pulau Dewata. Ternyata, sesampai di Bali, mereka dipaksa melayani nafsu pria hidung belang.

Kedua Polwan ini sempat menjalani wawancara di "perusahaan" penyedia PSK. Keduanya juga ditanya kesiapannya untuk bekerja menjadi pemuas nafsu laki-laki. Mereka ditawarkan tarif Rp200 ribu untuk satu kali kencan dengan keuntungan bagi hasil.

"Saya sempat diwawancarai, seperti mau tidak, untuk bekerja sebagai PSK, dan sebagainya," kata salah seorang wanita berpangkat brigadir polisi itu.

Setelah beberapa lama diwawancarai, beberapa personel Satuan Reskrim Polres Garut langsung melakukan penangkapan terhadap para tersangka yang mempekerjakan wanita untuk menjadi PSK. Termasuk mengamankan sejumlah barang bukti.

Dua Polwan tadi menyamar jadi calon PSK. Tujuannya, mengungkap kasus perdagangan orang di Garut. Hasilnya, polisi berhasil menangkap delapan tersangka yang memiliki peran berbeda-beda dan 20 wanita korban perdagangan orang. Beberapa di antaranya berasal dari Kabupaten Garut.

Seluruh tersangka selanjutnya ditahan di markas Polres Garut untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 2 Undang-undang RI Nomor 21 tahun 2001 tentang tindak pidana Pemberantasan Perdagangan Orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

"Awalnya (terungkap) sama dua Polwan yang masuk (tempat prostitusi) untuk menyamar menjadi salah satu calon pekerja prostitusi," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di Garut, Minggu (18/3/2018).

"Anggota kami ini masuk satu sampai dua jam, saat itu anggota kami langsung menangkap para pelakunya," lanjut Budi.

Berita Terkait