Sabtu, 17 Maret 2018 13:08 WITA

Abraham Samad Terlibat Debat Sengit dengan Masinton Soal KPK, Siapa Menang?

Editor: Abu Asyraf
Abraham Samad Terlibat Debat Sengit dengan Masinton Soal KPK, Siapa Menang?
Abraham Samad

RAKYATKU.COM - Walau tak lagi menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad tak rela lembaga itu direndahkan.

Buktinya, tokoh asal Makassar itu tampil membela KPK dalam diskusi "Polemik" Radio Sindo Trijaya di Jakarta, Sabtu (17/3/2018). Abraham terlibat debat sengit dengan politikus PDIP Masinton Pasaribu yang juga anggota Komisi III DPR RI.

Perdebatan bermula saat Masinton Pasaribu mengkritik pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengungkap soal rencana penetapan tersangka dari calon kepala daerah. Dia juga mengkritik banyaknya operasi tangkap tangan tanpa diimbangi dengan pencegahan.

Masinton menyebut indeks persepsi korupsi KPK yang jauh di bawah negara-negara lain. Mendengar pernyataan itu, Abraham membantah bahwa KPK mengabaikan aspek pencegahan. 

"Saya ingin meluruskan cara pikir Pak Masinton. Di hukum, salah satu aspeknya penindakan represif," ujar Abraham yang juga pendiri Anti Corruption Committee (ACC) itu seperti dikutip dari Kompas.com.

Aspek penindakan, kata Abraham, merupakan fase pertama dari serangkaian sistem yang dilakukan KPK. Masih ada fase kedua yakni perbaikan sistem dan tata kelola pemerintahan. Fase ini termasuk sistem pencegahan yang dilakukan KPK bersama pemangku kepentingan. Ketiga, menurut Abraham, fase di mana KPK menyiapkan generasi muda yang berintegritas. Ketiga fase tersebut, kata Abraham, harus saling terintegrasi. 

Namun, Masinton menyahut dengan menyebut bahwa dalam 15 tahun usia KPK, kerjanya hanya menindak. "Mana pencegahan dalam konteks membangun sistem? Negara lain, mereka tantangannya lebih besar tapi mampu membangun sistem," serang Masinton. 

"Kita bicara soal cara. Tapi KPK ini merasa benar terus," lanjut Masinton.

Abraham kemudian menyela pernyataan Masinton. "Ini giliran saya bicara. Saya jawab ya, saya bisa buktikan ada perbaikan sistem," tegas Abraham.

Abraham mencontohkan kasus yang menjerat mantan Menteri Agama Said Agil Husin al- Munawar. Saat itu, ia tersandung kasus korupsi Dana Abadi Umat di Kementerian Agama. Namun, saat itu belum dibentuk mekanisme perbaikan sistem. Sehingga kemudian terulang lagi korupsi yang dilakukan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dalam kasus haji. Pada zaman tersebut, kata Abraham, KPK mengubah sistem penanganan perkara dengan mengintegrasikan antara penindakan dan pencegahan. 

"Saat selesai menahan SDA, saat itu juga kami bawa tim supervisi KPK ke Kemenag. Tim pencegahan KPK perbaiki tata kelola di Kemenag mulai dari haji dan sebagainya," kata Abraham. "Bapak boleh cek, Kemenag sudah bagus sistemnya," lanjut Abraham.