Kamis, 15 Maret 2018 05:30 WITA

Mengapa Orang Mengantuk saat Membaca Alquran, Salat, dan Berzikir?

Editor: Abu Asyraf
Mengapa Orang Mengantuk saat Membaca Alquran, Salat, dan Berzikir?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Tidak sedikit orang merasakan ini. Mata terasa amat berat saat membaca Alquran walau baru beberapa menit. Herannya, mata melek membaca pesan WhatsApp dan Facebook hingga berjam-jam.

Rasa kantuk saat membaca Alquran atau ibadah lainnya biasanya terbagi tiga. Pertama, ketika membaca Alquran terasa ngantuk, dipakai membaca yang lain tetap ngantuk, dialihkan kepada aktivitas apa pun yang lain tetap ngantuk.

Jika begini kondisinya, maka ini adalah rasa kantuk karena memang kurang tidur. Solusinya tidur dahulu lalu melanjutkan membaca Alquran atau ibadah lainnya.

Kedua, ketika membaca Alquran terasa ngantuk, untuk membaca apa saja yang lain juga ngantuk. Tetapi kalau dialihkan kepada aktivitas yang lain selain aktivitas membaca, tidak terasa ngantuk. Ngantuk jenis ini biasanya masalahnya di kesehatan matanya. 

Ketiga, ketika membaca Alquran mengantuk, tetapi ketika membaca yang lain seperti Facebook, WA, novel, komik, berita, dan lainnya, termasuk aktivitas-aktivitas yang lain, tidak ngantuk. Rasa kantuk hanya datang saat membaca Alquran atau berbadah.

Ngantuk jenis ini biasanya dipicu hati yang kotor. Solusinya adalah memperkuat iman, perbaiki pemahaman, berbanyak istighfar, dan bersihkan hati. Ini diungkap dari hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, "Sufyan bin ‘Uyainah meriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu anhu berkata, "Seandainya hati kalian bersih niscaya kalian tidak pernah (merasa) cukup dari (membaca) firman Rabb kalian.” 

Rasa kantuk juga bisa timbul karena gangguan setan. Ar-razi, Ibnu Katsir serta para mufassir lainnya ketika menafsirkan ayat 154 surat Ali Imron banyak yang mengutip pendapat Abdullah bin Mas’ud yang menyatakan bahwa rasa kantuk yang menghinggapi manusia saat salat berasal dari setan. 

Dalam tafsir Mafatih al-Ghaib, Muhammad bin Umar atau yang sering dikenal dengan Fahruddin Ar-Razi mengatakan, dari Ibnu Mas’ud, "Mengantuk ketika dalam kondisi perang dapat menjadikan rasa aman (bagi tentara yang berperang). Sedangkan rasa kantuk dalam salat adalah dari setan. Hal itu dikarenakan rasa kantuk saat berperang hanya terjadi ketika ia (seorang tentara) telah menyerahkan jiwa raganya kepada Allah secara total dan ia juga tidak peduli lagi dengan urusan duniawi. Sementara kantuk dalam salat hanya terjadi apabila seseorang jauh (lupa) dengan Allah.”

Nah untuk melawan rasa kantuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari godaan setan. Kedua, kuatkan niat dan tekat untuk lebih fokus mengingat Allah ketika sedang salat atau berzikir.

Ketiga, lebih baik lagi apabila sering memperbarui wudhu menjelang salat dan zikir, agar siraman air yang mengguyur wajah serta sebagian anggota tubuh anda dapat menambah kesegaran dan kebugaran kondisi fisik saat beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala.

Berita Terkait