Kamis, 15 Maret 2018 04:30 WITA

Meninggal 5 Hari Pasca Ijab Kabul, Paramudita Sempat Kabarkan Mimpinya kepada Calon Suami

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Meninggal 5 Hari Pasca Ijab Kabul, Paramudita Sempat Kabarkan Mimpinya kepada Calon Suami
Okta Rizky dan Paramudita usai ijab kabul.

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Masih ingat kisah pasangan pengantin baru di Makassar, Okta Rizky Mubarak Dappi (26) dan Paramudita (25)? Pasangan ini hanya sempat mengecap kebahagiaan pernikahannya lima hari sebelum ajal menjemput sang istri.

Okta sangat kehilangan sosok almarhumah istri yang baru saja dinikahinya pada 7 Maret lalu. Sang istri, Paramudita meninggal dunia, Senin (12/3/2018).

Ternyata ada fakta mengejutkan, jika berselang beberapa jam setelah pesta pernikahan, almarhumah Paramudita langsung dilarikan ke RS Stella Maris.

"Selesai pesta itu jam 10 malam. Tiba-tiba di gedung, istri saya merasakan sesak nafas. Sesampai di rumah, istri saya sesak nafas sekitar jam 11. Kemudian saya beri obat dan alhamdulillah sesak nafasnya hilang. Lalu saya suruh istri saya makan dulu," ujarnya kepada Rakyatku.com, Rabu (14/3/2018).

Pada Kamis dini hari (8/3/2018), sekitar pukul 02.00, sesak nafasnya kembali kambuh. "Saat itu saya langsung bergebas membawanya ke RS. Setiba di rumah sakit, gula kering yang dideritanya naik," imbuhnya.

Okta menuturkan, sebelum mengembuskan nafas terakhir, Paramudita sempat meminta maaf. "Waktu hari Jumat itu dia hanya mengucapkan maaf. Semenjak saat itu, istri saya sudah tidak sadarkan diri hingga mengembuskan nafas terakhirnya," katanya.

Dia mengaku pacaran selama tiga tahun sebelum menikah. Okta yang bekerja di PT Hadji Kalla Toyota Cabang Cokroaminoto ini menceritakan awal perkenalannya dengan sang istri. Mereka bertemu saat sama-sama kuliah di STIA LAN Makassar.

"Saya berkenalan dengan istri saya pada saat acara OPT di kampus. Kebetulan beliau adalah mahasiswa baru. Sekampus, cuma beda jurusan," ungkapnya.

Hingga akhirnya berpacaran, Okta mengaku, bahwa dirinya berjuang dari nol selama tiga tahun. "Sampai akhirnya uang saya cukup untuk menghalalkan istri saya dengan cara menabung dari hasil jerih payah saya selama bekerja di PT Hadji Kalla Toyota Cokroaminoto," jelasnya.

Baginya, Paramudita merupakan wanita penyayang, setia, selalu mengalah, dan baik pada semua orang. "Dan yang paling penting, dia selalu ada di saat saya senang maupun duka," akunya.

Hal yang paling berkesan bersama istri, Paramudita kerap menemaninya saat jaga event otomotif pada malam hari.

Dua sebelum resepsi pernikahan, Paramudita mengaku bermimpi bahwa dirinya tidak jadi menikah.

"Pada 5 Maret itu komunikasi lewat WhatsApp. Istri saya bilang sempat mimpi kalau dia tidak jadi nikah dengan saya. Tapi saya selalu mengejeknya dan bilang 'hahaha bisanya itu, janganki bilang begitu. Sekarang lagi gemetaranka belajar ucap ijab kabul'. Kemudian istri saya hanya ketawa dan bilang semangat sayang," kisahnya.

Berita Terkait