Rabu, 14 Maret 2018 21:15 WITA

Rencana Ijab Kabul di Mekah Berantakan, Korban Shafamarwa Asal Sulbar Menahan Malu

Penulis: Achmad Afandy
Editor: Abu Asyraf
Rencana Ijab Kabul di Mekah Berantakan, Korban Shafamarwa Asal Sulbar Menahan Malu
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM,BARRU - Pria asal Mamuju, Sulawesi Barat berinisial ALY sudah terbayang-bayang saat mengucapkan ijab kabul di Tanah Suci. Dia ingin membuat sejarah dalam pernikahannya.

Rencananya, dia akan menikahi wanita pujaannya pada 17 Maret di Mekah, Arab Saudi. Wanita berinisial WDU itu berasal dari Jakarta. Rencananya, keluarga pria dan wanita yang berjumlah 16 orang akan berangkat bersama via Makassar.

Keluarga pengantin pria yang berasal dari Mamuju berangkat ke Makassar pada 8 Maret. Rombongan calon pengantin wanita dari Jakarta juga terbang ke Makassar pada hari yang sama. Selanjutnya mereka sama-sama terbang menuju Jeddah, Arab Saudi.

Mereka berencana berangkat melalui travel PT Shafamarwa Mulia Utama. Mereka mendaftar pada Maret 2017 atau setahun sebelumnya. Biayanya Rp17,5 juta per orang. 

"Lalu kami dijanji akan diberangkatkan 10 Maret 2018. Sebelum waktu berangkat kemarin, sekitar bulan Desember 2017, kemenakan saya tiba-tiba lamaran. Jadi kami berencana sekalian melangsungkan pernikahan di Tanah Suci Mekah," tutur DWJ, tante ALY, kepada Rakyatku.com, Rabu (14/3/2018).

Awalnya, mereka hanya akan berangkat bertujuh. Namun, karena ALY sudah ingin menikahi wanita pujaannya, sekalian ijab kabul dilakukan di Tanah Suci. Keluarga calon pengantin pria lalu menambah kuota umrah sembilan orang untuk memberangkatkan keluarga wanita.

"Kami dari pihak laki-laki yang menanggung biaya travel dari mempelai perempuan dan keluarganya. Kami yang mendaftarkan mereka," katanya.

Dua hari sebelum keberangkatan, DWJ dan keluarga perempuan sepakat menunggu dan menginap di salah satu hotel di Makassar sambil menunggu jadwal pemberangkatan. Pada saat itu, koper yang dibagikan pihak travel tidak cukup.

"Kami menelepon pemilik travel dokter Lukman untuk datang menemui kami. Setelah kami bertemu dokter Lukman dan menjelaskan duduk perkaranya, dia mengatakan bahwa akan mencari koper baru untuk mencukupkan koper umrah tersebut," tambah DWJ.

Bukannya menambah koper, pemilik travel tersebut ternyata langsung kabur. "Kami mencoba menghubungi ponselnya namun mati total. Stafnya yang kami hubungi juga pun tidak ada yang aktif nomornya," jelasnya.

"Nanti kami ketahui kalau perjalanan umrah kami batal sekitar pukul 21.00 malam dari informasi stafnya yang mengatakan travel membatalkan perjalanan saya sekeluarga," tambahnya.

Akhirnya, DWJ dan rombongan pulang ke Mamuju dengan menahan malu. Calon mempelai wanita dan keluarganya pun kembali ke Jakarta.

"Rencana pernikahan kemenakan kami di Mekah tanggal 17 Maret pun berantakan. Kami terpaksa pindahkan waktu dan tempat pernikahannya di Jakarta tanggal 6 April," ungkapnya.

Akibat penipuan yang dilakukan PT Shafamarwa Mulia Utama, DWJ sekeluarga mengalami kerugian hingga Rp288 juta.