Rabu, 14 Maret 2018 21:00 WITA

Khawatir Jatuh Korban, Bupati Enrekang Minta PTPN XIV Hentikan Aktivitas

Editor: Abu Asyraf
Khawatir Jatuh Korban, Bupati Enrekang Minta PTPN XIV Hentikan Aktivitas
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM,ENREKANG - Konflik agraria antara petani di Kecamatan Maiwa dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV sudah mencapai taraf menghawatirkan.

Potensi konflik yang bisa pecah kapan saja ditakutkan akan berdampak pada jatuhnya korban jiwa. Melihat situasi tersebut, Pemkab Enrekang segara mengambil langkah-langkah penyelesaian konflik.

Pelaksana tugas Bupati Enrekang, HM Amiruddin menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan rencana penyelesaian. 

"Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran Forkopimda untuk bergerak cepat. Kita akan segera bersurat secara umum terkait persoalan PTPN XIV dan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Polhukam," kata Amiruddin, Rabu (14/3/2018).

Ia menambahkan, jika seharusnya sudah ada moratorium  untuk PTPN. Agar seluruh aktvitas di lahan tersebut dihentikan untuk sementara hingga ada kejelasan status.

"Kami juga harap pihak DPRD Enrekang segera membentuk Pansus agar kita punya legalitas untuk bergerak lebih cepat," lanjutnya.

Konflik antara petani dengan PTPN XIV sudah berlangsung lama. Warga petani yang merasa lahanya selama ini serobot meminta pihak PTPN untuk angkat kaki.