Kamis, 15 Maret 2018 06:30 WITA

Kisah Mengerikan Pilot saat Melewati Terowongan Donat di Segitiga Bermuda

Editor: Abu Asyraf
Kisah Mengerikan Pilot saat Melewati Terowongan Donat di Segitiga Bermuda
Ilustrasi Segitiga Bermuda

RAKYATKU.COM - Segitiga Bermuda terkenal penuh misteri. Ada beberapa pesawat yang tiba-tiba hilang. Penumpangnya pun tak ditemukan. Namun, ada juga pilot yang selamat melewatinya.
 
Segitiga Bermuda yang terletak di Samudera Atlantik Utara itu disebut-sebut menjadi penyebab atas hilangnya 20 pesawat dan 50 kapal laut dalam 100 tahun terakhir.

Berbagai teori muncul seiring dengan menghilangnya berbagai sarana transportasi di sana. Menurut beberapa pakar, terdapat bom udara berkekuatan 170 mph yang mampu menurunkan pesawat dan kapal laut yang melintas di sana.

Wilayah di Samudra Atlantik seluas empat juta kilometer bujur sangkar yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, AS sebagai titik di sebelah barat.

Seperti dikutip dari Intisari, di balik semua misteri tersebut, ternyata ada orang-orang yang berhasil terbang dengan selamat melewati Segitiga Bermuda. Berikut ini dua di antaranya:

1. Bruce Gernon

Kisah Mengerikan Pilot saat Melewati Terowongan Donat di Segitiga Bermuda???????

Cerita Bruce Gernon bermula saat ia akan terbang bersama ayahnya dan rekan bisnisnya, Chuck Lafeyette. Mereka terbang dari Andros Town Airport di Bahama menggunakan pesawat Beechcraft Bonanza A36.

Saat mereka terbang di dekat Pulau Bimini, Bruce melihat ada sebuah awan. Puncak awan ini setidaknya ada di ketinggian 18 kilometer di atas permukaan laut. Awan itu juga terlihat seperti muncul dari permukaan bumi.

Bruce pikir mereka bisa terbang memutari awan tersebut. Tapi setelah kira-kira 10 kilometer melewatinya, awan tersebut membentuk lengkungan sempurna.
Setelah beberapa menit, semakin terlihat jelas kalau awan yang ada di Andros dan Bimini adalah awan yang sama. Awan tersebut berbentuk seperti donat dengan diameter kira-kira 48 kilometer.

Setelah terbang selama 20 kilometer, Bruce melihat jalan keluar berbentuk U di sebelah barat awan tersebut. Ia pun mencoba keluar melalui jalan tersebut. Mereka berada di dalam sebuah terowongan selama 20 detik sebelum muncul di ujung satunya.

Selama sekitar lima detik di dalam terowongan tersebut Bruce merasa ringan seperti melayang dan kecepatan momentum bertambah. Saat keluar, Bruce sadar bahwa ia telah terbang selama 34 menit. Itu berarti dari Andros Town Airport sampai ke Palm Beach hanya memakan waktu 47 menit. Padahal seharusnya jarak tersebut ditempuh dalam waktu 75 menit.

Bagaimana caranya mereka bisa menempuh jarak 402 km hanya dalam waktu 47 menit? Inilah misterinya. Tapi mereka berhasil keluar dari Segitiga Bermuda dengan selamat.

2. Cary Gordon Trantham

???????Kisah Mengerikan Pilot saat Melewati Terowongan Donat di Segitiga Bermuda

Cary Gordon Trantham memang sudah biasa menerbangkan pesawat. Namun ada satu pengalaman tidak biasa ketika ia harus melewati kawasan Segitiga Bermuda.
Cary berencana terbang dari Naval Air Station di Key West menuju ke Ormond Beach. Saat ia terbang di atas laut, Cary teringat seorang pilot yang memperingatkannya tentang dead air space.

Area ini berada di atas teluk antara Keys dan Florida. Di area ini ia kehilangan kontak dengan radio. Saat perjalanan ke Ormond Beach, Cary sampai dengan selamat. Namun saat perjalanan pulang, ia mengalami masalah.

Cary diberitahu untuk mengubah rutenya karena diperkirakan akan ada badai. Saat terbang di atas Naples, Cary mulai kehilangan kendali atas pesawatnya. Ia tidak bisa lagi melihat batas langit dan laut. Semuanya benar-benar gelap. Kompas di pesawatnya tidak berfungsi. Pengukur ketinggiannya pun terus berputar-putar seperti rusak.

Cary mencoba mengendalikan pesawatnya. Ia mencoba menghubungi radio pengontrol tapi tidak berhasil. Ia sempat membayangkan bagaimana kalau ia tidak selamat. Akhirnya, setelah naik 4000 kaki (1219 m) dari posisi awal, Cary berhasil terhubung dengan radio pengontrol.

Ia juga mulai bisa melihat cahaya lampu di bawahnya. Ia merasa beruntung sekali bisa selamat setelah melewati Segitiga Bermuda.

Berita Terkait