Rabu, 14 Maret 2018 16:12 WITA

Usulan Pembangunan di Maros Capai 4 Ribu Usulan

Editor: Adil Patawai Anar
Usulan Pembangunan di Maros Capai 4 Ribu Usulan

RAKYATKU.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros, menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten Maros Rabu (14/3/2018) di Ruang Pola Kantor Bupati Maros. 

Noor Alim selaku ketua panitia yang juga kepala Bappeda Maros menuturkan, sedikitnya ada 4 ribu usulan pembangunan yang masuk. 4 ribu usulan program ini merupakan usulan hasil dari musrenbang kecamatan yang digelar Februari lalu. 

"Ada total lebih dari empat ribu program usulan yang masuk. Dari usulan pembangunan berupa infrastruktur hingga program lainnya," ujarnya.

Usulan ini kat Noor Alim akan dipilah kembali dengan mengedepankan skala prioritas, program mana yang akan masuk ditingkat desa, tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten untuk tahun 2019 mendatang. 

Sementara itu, Bupati Maros HM Hatta Rahman mengatakan, penyusunan kegiatan prioritas untuk tahun 2019 yang dilakukan melalui penyepakatan antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan delegasi kecamatan dengan berbasis perencanaan yang dibutuhkan bukan yang diinginkan dan anggarkan apa yang telah direncanakan. 

"Usulan kegiatan nantinya akan dituangkan kedalam rencana kerja, diagram pohon, kerangka acuan kerja dan rencana kegiatan anggaran (RKA) kita harap dilakukan secara selektif dan terintegrasi dengan baik," ujar Hatta. 

Hatta berharap, Musrenbang yang digelar oleh Pemkab Maros dapat menghasilkan program-program yang mengarah ke kesejahteraan masyarakat Maros. 

Hadir mewakili Gubernur Sulsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sri Endang Purwasih, wakil ketua DPRD Maros Rusdi Rasyid, anggota DPRD Sulsel Dapil Maros A Irfan AB.

Dalam sambutannya, Sri Endang menyebutkan target kinerja pembangunan Sulawesi Selatan tahun 2019 mendatang yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 7,40 persen, jumlah penduduk miskin 8,87 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,2 persen. 

"Untuk Maros target makro tahun 2019 yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 9,51 persen, persentase penduduk miskin sebesar 10,21 persen, serta tingkat pembangunan terbuka sebesar 5,85 persen," papar Sri Endang.