Rabu, 14 Maret 2018 15:55 WITA

Korban Dengar Panggilan Kus, Pemerkosa Karyawati Akhirnya Dibekuk

Editor: Aswad Syam
Korban Dengar Panggilan Kus, Pemerkosa Karyawati Akhirnya Dibekuk

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Setelah setahun,  pemerkosa seorang Karyawati di Pinang Ranti, Jakarta Timur, baru dibekuk.

Kasus tersebut terjadi 17 Maret 2017 lalu. Saat itu, polisi hanya mendapatkan satu petunjuk, panggilan "Kus" yang sempat didengar korban.

Saat itu, korban baru pulang kerja pada pukul 00.30 WIB. Dia kemudian memutuskan untuk mandi, dan beristirahat sembari chattingan dengan beberapa rekannya hingga tertidur. 

Korban kemudian merasa gerah, dan ketika terbangun, korban telah melihat 3 orang pria di dalam kamarnya.
Saat korban akan berteriak, pelaku menodongkan pisau lipat dan sebuah pisau bergagang bambu ke lehernya sembari berujar, "kalau teriak gua bunuh lu".

Pelaku yang berjumlah 3 orang ini, kemudian mengikat korban dan menyetubuhi korban sebanyak 3 kali secara bergiliran.

Dari 3 pelaku tersebut, polisi akhirnya berhasil mendapatkan titik terang mengenai identitas pelaku. Saat itu, korban mengingat nama dari salah satu orang pelaku yang beralias Kus-kus.

Pasalnya, saat kedua pelaku mau pergi, mereka memanggil satu orang rekannya, "Kus ayo Kus". Nama itu didengar korban dan lekat dalam ingatan korban.

Saat itu Polisi juga menemukan sebuah sandal berwarna merah yang tertinggal. Dari temuan tersebut, polisi akhirnya bisa menemukan identitas pelaku. Namun polisi belum bisa melakukan penangkapan, lantaran sang pelaku alias Kus-Kus kabur ke Bandung. 

Nama Kus-Kus juga didapatkan oleh polisi yang menangkap salah satu pelaku, yakni IS alias Imam Soleiman yang ditangkap karena kasus Narkoba. Dari situ, IS mau membeberkan identitas dari Kus Kus alias Bayu Sugiharto.

"Kami berhasil meringkus tindak pemerkosaan disertai dengan perampokan, pelakunya berhasil kami tangkap pada (20/2) lalu," ujar Kapolsek Makassar, Kompol Nurdin Arrahman di Mapolsek Makassar, Pinang Ranti, Jakarta Timur, sebagaimana dilansir kumparan, Rabu (14/3/2018).

Menurut Nurdin, Kus ditangkap di kontrakanya, di daerah Pinang Ranti. Ia mengira, polisi sudah tidak melakukan pengejaran kepadanya, sementara 1 pelaku lagi masih DPO yakni Sahroyadi alias ROI.

Selain melakukan pemerkosaan, pelaku saat itu juga mengambil barang-barang korban, antara lain, handphone XIAOMI, 1 kartu ATM Mandiri, cincin emas seberat 1,5 gram, kartu NPWP dan uang tunai sejumlah Rp250.000.  

Para pelaku ini diganjar dengan dakwaan berlapis yaknk pasal 285 juncto 365. Adapun pasal tersebut berisi tentang ancaman kekerasan kepada perempuan untuk pembunuhan disertai dengan perampokan.