Rabu, 14 Maret 2018 15:10 WITA

Hendak Konfirmasi Pemilik Kandang Ayam, Seorang Wartawan Nyaris Diparangi

Editor: Aswad Syam
Hendak Konfirmasi Pemilik Kandang Ayam, Seorang Wartawan Nyaris Diparangi
Bahar (kiri) dan sepeda motornya yang ditinggalkan setelah nyaris diparangi pemilik kandang ayam.

RAKYATKU.COM, BONE -- Bahar, salah satu wartawan harian di Bone, bernasib sial hari ini. Pasalnya dirinya nyaris saja diparangi, saat hendak liputan kandang ayam di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Rabu (14/3/2018).

Saat ditemui, Bahar menjelaskan kronologi kejadiannya. Pada saat itu, dia sedang liputan kandang ayam di Kelurahan Bajoe, yang diduga berdampak buruk bagi masyarakat setempat. Pasalnya, kandang ayam tersebut menimbulkan bau busuk, serta benyaknya lalat yang menyerbu rumah warga setempat.

"Awalnya saya mengambil foto, setelah itu saya wawancara dengan warga. Tidak lama kemudian, salah satu pengelola keluar dari kandang dan saya menghampirinya. Dia langsung marah-marah dan langsung mengambil parangnya, akhirnya saya langsung lari," kata Bahar saat ditemui di Mapolres Bone.

Lebih lanjut saat dia berlari, Bahar lupa mengambil motornya yang terparkir tidak jauh dari kandang ayam tersebut. Bahar pun minta tolong kepada salah seorang warga, untuk pergi mengambil motornya. Namun warga tersebut pun takut mendekat, karena palaku memegang parang sambil marah-marah.

Bahar akhirnya meminta tolong ke rekannya untuk dijemput dan langsung ke SPKT untuk melaporkan kejadian tersebut. Setelah dimintai keterangan, SPKT Polres Bone pun langsung ke TKP untuk mengambil motor tersebut, dan menemui pelaku dan menyita barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku.

Kehadiran kandang ayam tersebut, memang menuai sorotan dari sejumlah warga setempat. Pasalnya, menimbulkan bau busuk, serta mendatangkan lalat ke rumah warga. Sehingga, warga pun merasa sangat terganggu.

"Kandang tersebut memang belum memiliki izin, dan kami pun sudah berkoordinasi dengan kecamatan untuk dicarikan solusi. Sebelumnya, memang sudah pernah diberikan teguran, dan masih diberikan kebijakan untuk diminta pindah, namun belum juga dilakukan," kata Lurah Bajoe, Rahayu, yang dikonfirmasi terpisah.