Rabu, 14 Maret 2018 11:49 WITA

Seorang Gadis Tewas Usai Dicekoki Ekstasi oleh Pacarnya

Editor: Aswad Syam
Seorang Gadis Tewas Usai Dicekoki Ekstasi oleh Pacarnya
Faye dan Aden

RAKYATKU.COM, LIVERPOOL - Seorang remaja mencekoki kekasihnya yang berusia 17 tahun pil ekstasi, yang berujung pada kematian sang kekasih.

Faye Allen, belum pernah ke klub malam, ketika hari itu menikmati ekstasi pertamanya. Dia mengalami reaksi fatal setelah mengkonsumsi obat kelas A selama sebuah acara di Gudang Victoria di Trafford pada 2 Mei 2016.

Ekstasi itu dipasok pacarnya, Connor Aden (19), yang membelinya dari pengedar, Oliver Garside (21).

Aden dan Garside, keduanya dari St Helens, sekarang dipenjara di Pengadilan Manchester Crown, karena pelanggaran narkoba setelah kematian Allen, yang berasal dari Liverpool.

Dilansir dari Mirror, pengadilan mendengar bagaimana Garside menjual tiga tablet MDMA kepada Aden. Aden mengambil satu dan memberikan dua lainnya kepada Faye dan teman lainnya.

"Keduanya mengaku memasok obat-obatan kelas A, dan Garside dipenjara selama dua tahun dan empat bulan, sementara Aden, dipenjara delapan bulan," lapor Manchester Evening News.

Jaksa Guy Mathieson menceritakan, bagaimana Garside berhasil menyelundupkan obat ke tempat tersebut, kendati ada pemeriksaan keamanan dan anjing pelacak berada di tempat untuk mencegahnya.

Dia menjual dua merek ekstasi - Ups and Mastercard - di acara "Don't Ask on Daddy Know Dance Music".

Aden membeli tiga dengan harga di £10 sebutir. Aden menyerahkan £30 kepada Garside.

Faye mengambilnya tapi dosisnya terlalu tinggi. Hingga akhirnya dia sekarat dan meninggal.

Polisi melancarkan penyelidikan dan menemukan Garside di rumah pacarnya.

Mereka menemukan tablet di rumah itu, dan juga wadah plastik.

Dalam persidangan, diduga bahwa obat-obatan telah diselundupkan ke tempat tersebut dalam wadah plastik tersebut, lalu secara langsung disekresikan di tubuh orang-orang, namun mereka tidak dapat memastikannya.

Keluarga Faye Allen terlihat sangat kehilangan.

Jaksa pembela Aden, Arthur Gibson mengatakan, bahwa hanya masalah geografi bahwa Adenlah yang menyerahkan uang itu kepada Garside, karena dia berdiri paling dekat dengannya.

Pembela Garside, Kevin Donnelly mengatakan, terdakwa telah menjual ganja sejak tahun 2015 dan mulai menjual ekstasi dalam minggu-minggu sebelum kematian Faye Allen.

Dia mengatakan, Garside belum pernah mengkonsumsi narkoba sejak kejadian tersebut, dan telah melepaskan diri dari teman lama.

"Ini adalah kejutan besar dan sumber perhatian besar kepadanya ketika salah satu tablet memiliki efek seperti itu," kata Donnelly.

Pengacara tersebut menambahkan, Garside, seorang plester yang berkualitas, menjadi ayah tahun lalu.

Menghadapi Garside, Hakim Martin Steiger berkata: "Terdakwa pasti tahu bahwa dalam menangani MDMA selalu ada risiko reaksi buruk yang mungkin mempengaruhi kehidupan konsumen."

Garside mengaku bersalah atas tiga tuduhan pemberian obat kelas A, dan satu tuduhan memiliki obat kelas A. Aden mengakui dua tuduhan memasok obat kelas A.

Setelah kematian Faye Allen, ayah Connor Aden mengatakan kepada M.E.N: "Dia belum pernah ke klub malam atau rave sebelumnya. Ini pertama kalinya."

"Mereka adalah sepasang kekasih muda yang telah pergi ke klub. Faye minum pil untuk pertama kalinya dan bencana telah menyerang. Seluruh keluarga benar-benar hancur. Kami tidak tahu bagaimana kita akan saling menjaga," ungkapnya.