Rabu, 14 Maret 2018 10:21 WITA

Cerita Pilu Dosen IAIN Bukittinggi Diskors karena Pakai Cadar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cerita Pilu Dosen IAIN Bukittinggi Diskors karena Pakai Cadar
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Kebijakan diskriminatif mengenai tata busana perempuan kembali terjadi di institusi pendidikan Indonesia. Kali ini satu dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Sumatera Barat dinonaktifkan gara-gara memakai tabir penutup wajah.

Perempuan dosen yang diskors tersebut bernama Hayati Syafri. Ia diskors dari kampus sejak awal Februari 2018. "Alasan saya di nonaktifkan dari pihak kampus karena saya memutuskan untuk berniqab atau memakai cadar," kata Hayati.

Hayati menjelaskan, ia telah memilih menggunakan cadar meski diskors. Sebab, ia memakai cadar karena keputusan pribadi.

"Namun, sepertinya, pihak kampus merasa keberatan dengan keputusan saya selama saya masih mengajar dan melakukan kegiatan akademik di kampus, karena dianggap melanggar disiplin berpakaian," jelasnya dilansir laman Suara, Rabu (14/3/2018).

Ia menambahkan, surat penonaktifannya sejak awal Februari lalu untuk tidak mengajar hanya disampaikan tanpa memberikan surat. Sebab, pihak kampus beralasan tak tahu alamat pengiriman surat kepada Hayati.

Hayati merupakan dosen IAIN yang telah mengajar sejak tahun 2007 yang berstatus pegawai negeri sipil. "Ini merupakan hukuman yang paling berat bagi saya, saya merasa terzalimi," bebernya.

Saat hendak dikonformasi, pihak kampus di Kubang Putiah Bukittinggi belum bersedia memberi penjelasan dengan alasan permasalahan tersebut telrebih dulu akan dirapatkan.