Rabu, 14 Maret 2018 09:30 WITA

Kisah Ibu Muda Diperkosa di Depan Anaknya Hingga Dituduh Pelacur

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kisah Ibu Muda Diperkosa di Depan Anaknya Hingga Dituduh Pelacur
Korban berinsial NA (29) bersama anaknya.

RAKYATKU.COM - Seorang ibu tiga anak berinsial NA (29), mengalami nasib tragis dan trauma. Pasalnya, dia menjadi korban pemerkosaan tetangganya.

Tragisnya, perbuatan bejat itu terjadi di depan anaknya yang masih berumur dua tahun. Tak hanya itu, setelah diperkosa, dia diancam bunuh dengan senjata tajam. Mirisnya, sang pelaku masih tinggal di kampung. Sedangkan, korban malah dituding sebagai perempuan tidak benar.

Peristiwa menyayat hati ini diceritakan NA, ibu tiga anak yang tinggal di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini.

Didampingi suaminya, M, NA mulai bercerita dengan suara terbata. Menurut NA, pemerkosaan tersebut sudah direncanakan pelaku, MN, 38. Sebab, sebelum melakukan perbuatan itu, pelaku sempat mendatangi korban dan bertanya tentang suami korban.

“Dia sering sekali menyapa dan menanyakan di mana suamiku? Apakah pergi ke ladang atau sedang di rumah? Saya tidak pernah curiga dengan pertanyaannya,” sebut NA dengan mata berkaca-kaca.

Pada hari kejadian itu, sambung NA, paginya sekira pukul 06.30 WIB, pelaku MN lewat dari depan rumah. MN naik sepeda motor sambil membonceng anaknya. Saat itu, MN bertanya apakah suami korban pergi memancing ikan. Dijawab NA, iya. Lalu, MN bertanya kembali apakah NA pergi ke ladang cabai. Dan, dijawab NA, iya.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, saya berangkat ke ladang cabai. Saya membawa anak saya yang paling kecil. Sewaktu memetik cabai, tiba-tiba dia datang dari belakang kemudian merangkul saya,' kata NA.

“Terkejut, saya berteriak minta tolong. Tapi, dia langsung menyumpal mulut saya dengan kain. Kemudian saya terjatuh saat mencoba melawan. Saat terjatuh, dia pijak tangan saya. Di situ dia menarik baju dan memerkosa saya,” lanjutnya.

Tak hanya itu, lanjut NA, setelah selesai melakukan perbuatannya, pelaku MN mengambil parang dan meletakkan parang tersebut ke dekat leher korban lalu mengancam bunuh.

“Saya tidak berdaya dan hanya bisa menangis. Saya tanya dia kenapa begitu tega melakukannya? Dia tak menjawab. Dia cuma bilang supaya saya jangan menceritakan kejadian itu sama suami saya. Lalu dia tunjukkan parang dan mengancam saya. Kalau cerita ke suami maka saya akan dibunuh,” ungkapnya, dilansir laman Jpnn, Rabu (14/3/2018).

Ancaman MN berhasil. NA yang ketakutan mengurungkan niat menceritakan kejadian yang dialaminya kepada suaminya. Namun, setelah kejadian itu, MN, terus meneror korban dengan mencari kesempatan lagi.

Pada Selasa (26/9/2017) pagi, MN menyelinap dari belakang rumah korban. Saat itu korban sedang mengambil kayu bakar. Saat pelaku hendak mendekati korban dengan cara sembunyi-sembunyi, tiba-tiba suami korban muncul. MN pun segera kabur meninggalkan sepedamotornya yang diparkir tak jauh dari rumah korban.

“Saya sempat melihat dia menyelinap dan mendekati istri saya. Pas saya datang, dia kabur. Saya tanya istri kenapa dia kabur, istri saya menjawab tidak tahu. Saya mulai curiga dan merasa tidak nyaman apa tujuan dia mendekati istri saya," bebernya.

“Lalu malam harinya saya minta istri jujur dan menceritakan apa yang terjadi. Sebab, saya lihat istri seperti ketakutan. Saya paksa cerita, akhirnya dia ceritakan semua kejadian yang menimpanya,” jelas M, suami korban.

Usai mendengar semua cerita istrinya, M langsung mendatangi rumah pelaku. Lalu, M mengajak pelaku bicara berdua. Namun pelaku MN kabur dan tidak diketahui keberadaannya, sekitar sebulan kemudian baru dia kembali.

Bahkan yang paling sakit, sambung M, MN pemerkosa istrinya tinggal di kampung mereka. Dan, istri maupun keluarga MN menuduh NA sebagai pelacur.

“Sudah sangat sakit. Istri saya diperkosa, malah dituduh yang bukan-bukan. Saya sudah buat laporan ke polisi, tapi sampai sekarang dia belum diproses dan masih bebas. Istri saya pun trauma, dia takut ke ladang,” keluhnya.

Sementara itu, Kapolres Madina, AKBP Martri Sonny SIK yang dihubungi Metro Tabagsel melalui Kepala Satreskrim AKP Manson Nainggolan mengatakan, pihaknya sudah memproses laporan pengaduan tersebut.

“Kasusnya sudah diproses. Kami sedang penyidikan. Barang buktinya belum kuat. Bukti visum pun belum kami dapat. Kasusnya pun sudah lama,” ujar Manson Nainggolan.