Rabu, 14 Maret 2018 06:30 WITA

Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi yang Telah Dicabut

Editor: Fathul Khair Akmal
Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi yang Telah Dicabut
Aung San Suu Kyi. Foto: Hein Htet / EPA

RAKYATKU.COM - Gelar Perdamaian yang disandang Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi satu demi satu dicopot. Banyak yang menilai, gelar yang dimiliki oleh Suu Kyi tak sepadan dengan yang dilakukan pada Myanmar.

Suu Kyi dinilai hanya sedikit melakukan tindakan untuk menyelesaikan konflik Rohingya dengan militer Myanmar. Namun tindakannya tak menghasilkan apapun. Etnis Rohingya malah semakin banyak yang mengungsi di kamp pengungsian di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Rencana pemulangan pengungsi Rohingya dari kamp Cox's Bazar ke Myanmar terancam gagal. Bahkan Tentara Myanmar mengirim 200 pasukannya ke perbatasan, tempat di mana pengungsi Rohingya berada. Mereka berdalih pengiriman pasukan ini untuk operasi anti terorisme.

Tentu langkah Myanmar ini langsung dikritik Bangladesh. Badan Pengungsi PBB juga khawatir dengan adanya peningkatan jumlah militer Myanmar di sana.

Berikut gelar perdamaian Suu Kyi dicopot karena tidak bisa mengatasi kasus Rohingya dikutip dari Merdeka.com:

1. Universitas Oxford Cabut Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi
Dewan Kota Oxford mencabut penghormatan tertinggi untuk Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi (28/11). Dia dinilai tak layak menjadi penerima penghargaan pejuang kemanusiaan karena sikapnya dalam konflik Rohingya.

Dewan kota Oxford memberikan suara pada hari Senin (27/11) untuk secara permanen menghapus gelar kehormatan tersebut dari Suu Kyi.

2. Dewan Kota Newcastle di Inggris
Dewan Kota Newcastle di Inggris juga mencopot gelar perdamaian Suu Kyi (10/2). Mereka menggelar sidang untuk mencabut gelar kehormatan Aung San Suu Kyi pada (7/2) lalu. Inilah pertama kalinya Dewan Kota mencabut gelar kehormatan yang sudah diberikan.

Mereka menilai Pemimpin Myanmar itu tak pantas menyandang anugerah sebagai Tokoh Perdamaian karena membiarkan pembantaian terus terjadi di Rakhine.

Suu Kyi pernah dianugerahi gelar Tokoh Perdamaian Newcastle tahun 2011 atas perjuangan panjangnya menegakkan demokrasi di Myanmar. Namun kini dia malah bungkam saat seisi dunia berteriak atas pembantaian Muslim Rohingya di Rakhine.

"Dia tidak melakukan apa pun untuk menghentikan genosida pada Muslim Rohingya di negaranya," kata Ketua Dewan Kota Nick Forbes seperti dikutip media lokal ITV.

3. Museum Memorial Holocaust Amerika
Museum Memorial Holocaust Amerika juga ikut melucuti gelar perdamaian Suu Kyi. Mereka menilai Suu Kyi tidak berusaha menghentikan atau membunuh warga Rohingya di Myanmar, (8/3).

Dalam pernyataan tertulis, museum itu mengatakan, di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Untuk Demokrasi menolak bekerja sama dengan PBB, mendorong pidato bernada kebencian terhadap Muslim-Rohingya, dan secara aktifpun mengungkap apa yang terjadi di negara bagian Rakhine.

4. Bob Geldof kembalikan penghargaan Freedom of the City of Dublin
Musikus Irlandia penggagas konser Live Aid yang legendaris, Bob Geldof, akan mengembalikan penghargaan Freedom of the City of Dublin sebagai protes atas pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, yang juga dianugerahi penghargaan tersebut.

Geldof mengatakan "keterkaitan Suu Kyi dengan kota kita adalah hal yang memalukan".

5. Petisi pencabutan kembali Nobel Perdamaian di situs change.org
Dengan judul 'Ambil Kembali Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi sebanyak 439.205 orang di situs change.org telah menandatangani petisi ini. Sebelum diajukan ke Komite Nobel bila telah mencapai angka 500.000 tanda tangan.

Masyarakat meminta Komite Nobel mencabut hadiah untuk Aung San Suu Kyi, namun permintaan itu tak bisa dipenuhi berdasarkan anggaran dasar komite.