Selasa, 13 Maret 2018 19:11 WITA

Bau Busuk Menyengat, Warga di Bajoe Dikerubungi Lalat Saat Makan

Penulis: Herman
Editor: Mulyadi Abdillah
Bau Busuk Menyengat, Warga di Bajoe Dikerubungi Lalat Saat Makan
Sejumlah warga Jalan Bandeng, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur diresahkan oleh sekerumunan lalat, Selasa (13/3/2018).

RAKYATKU.COM, BONE - Sejumlah warga Jalan Bandeng, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur diresahkan oleh sekerumunan lalat yang menyerbu rumah mereka.

Lalat tersebut diduga bersumber dari salah satu kandang ayam petelur yang ada di tengah-tengah pemukiman masyarakat yang terbilang cukup padat di Kelurahan Bajoe.

Saat memasuki salah satu rumah warga setempat, Nurhaeni (70), bau kotoran ayam memenuhi seluruh ruangan. Sekerumunan lalat pun nampak menguasai ruangan.

"Sehari-hari kita makan bersama sekerumunan lalat dan dibumbui dengan aroma tak tak sedap yang bersumber dari kandang ayam tersebut," kata Nurhaeni saat ditemui dirumahnya, Selasa (13/3/2018) siang.

Bau tak sedap ini setiap hari dirasakan masyarakat setempat sejak adanya kandang ayam tersebut. Bahkan, hal ini sudah sering diadukan ke pemerintah setempat. Parahnya lagi, kandang ayat tersebut diduga berdiri tanpa adanya izin dari BLHD.

Lurah Bajoe, Rahayu yang dikonfirmasi membenarkan adanya keresahan masyarakat yang disebabkan dari kandang ayam tersebut.

"Iya kita sudah terima laporan dari masyarakat, dan hal ini juga kami sampaikan ke kecamatan untuk dilanjutkan ke BLHD untuk bisa dieksekusi langsung," kata Rahayu.

Dia juga menambahkan, sebenarnya usaha kandang ayam tersebut tidak memiliki izin sama sekali. Bahkan sudah sering ditindaki oleh pihak kelurahan, namun pemilik usaha tersebut tidak pernah menghiraukan hal demikian.

"Kita sudah sering berikan peringatan, namun yang pertama diberikan kebijakan selama dua bulan untuk segera dipindahkan namun sampai saat ini belum juga dilaksanakan," cetusnya.

Rahayu menegaskan, pihaknya tinggal menunggu pihak BLHD untuk turun mengeksekusi langsung hal ini, karena sang pemilik enggan diajak bertemu meskipun sudah disurati berkali-kali bahkan kadang sang pemilik melawan saat ditegur.