Selasa, 13 Maret 2018 17:03 WITA

Rutan Wajibkan Pembesuk Pakai Celana Dalam, Ini Alasannya 

Editor: Abu Asyraf
Rutan Wajibkan Pembesuk Pakai Celana Dalam, Ini Alasannya 
Keluarga tahanan bersiap masuk ke Rutan Medaeng, Surabaya.

RAKYATKU.COM - Ada kebijakan menarik yang diberlakukan Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Semua pembesuk diwajibkan menggunakan celana dalam. Ada apa?

Aturan itu merupakan perintah lisan Kepala Rutan Medaeng, Bambang Haryanto. Tidak dibuat dalam bentuk tertulis.

Menurut Bambang, larangan eksplisit bagi pengunjung itu, seperti halnya pelarangan menggunakan HP selama berkendara di jalan raya.

"Memakai HP di jalan kan bisa menyebabkan celaka. Tapi masih saja sering dilakukan. Jadi kami hanya memberikan pengawasan ketat dan penyitaan bila ditemukan pelanggaran," ujarnya seperti dikutip dari Kumparan.com, Selasa (13/3/2018).

Dia juga membantah adanya tindakan pelanggaran asusila yang pernah ada di rutan yang telah dipimpinnya selama satu tahun itu yang menjadi dasar pengharusan menggunakan celana dalam.

"Alhamdulillah satu tahun menjabat di sini tidak pernah ada satu pun kejadian asusila yang dilakukan tahanan ataupun pengunjung," tegasnya.

Menurutnya, hal itu dikarenakan penerapan aturan yang ketat dan disiplin dari Rutan. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat kepada pengunjung serta para tahanan. 

Setiap pengunjung harus melewati lapisan pengamanan, seperti body scanner dan mesin x-ray yang sudah disiapkan. Petugas juga selalu memeriksa barang bawaan pengunjung dan tahanan saat usai sidang. 

"Di ruangan besuk pun kami selalu siagakan minimal 2 orang pengawas. Apa pun yang dikenakan pengunjung juga akan terpindai body scanner," imbuhnya.

Bambang mengaku menutup rapat gerak para oknum atau pun pengunjung tahanan yang datang dengan niat buruk. Meski demikian, Bambang mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan larangan tertulis secara eksplisit yang berlebihan.

Sebelumnya diisukan bahwa Rutan Klas I Medaeng mengeluarkan larangan masuk bagi pengunjung yang tidak mengenakan celana dalam.

"Saya tidak pernah mengeluarkan statement ataupun larangan tertulis demikian. Namun memang tidak dibenarkan secara susila atau kesopanan bagi siapapun termasuk pengunjung tidak mengenakan pakaian dalam," tegas Bambang.

Berita Terkait