Selasa, 13 Maret 2018 16:29 WITA

Polisi Bawa Pesan Menakutkan di SMK 8 Jeneponto 

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Polisi Bawa Pesan Menakutkan di SMK 8 Jeneponto 
Wakapolsek Binamu Jeneponto Ipda Baharuddin mensosialisasikan bahya hoax di SMK 8 Jeneponto, Selasa (13/3/2018)

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Senyaman-nyamannya kondisi dalam penjara, tentu saja tidak ada orang yang sengaja masuk hotel prodeo. Apalagi jika harus pula membayar denda Rp1 miliar. Ngeri!

"Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar," ujar Ipda Baharuddin, Selasa (13/3/2018).

Pesan ini disampaikan wakil kepala Polsek Binamu Jeneponto itu saat mensosialisasikan bahaya penyebaran hoax atau berita bohong di SMK 8 Jeneponto. Kegiatan ini merupakan salah langkah Polri dalam rangka mencegah penyebaran kabar bohong yang mengancam keutuhan bangsa.

Menurut Baharuddin, belakangan ini banyak sekali konten hoax beredar dan meresahkan masyarakat. Pesan-pesan yang tak jelas kebenarannya itu dengan mudahnya beredar melalui media sosial. Persoalannya, sebagian masyarakat langsung percaya.

Wakapolsek mengajak pelajar untuk turut serta memerangi berita hoax agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang kebenarannya masih perlu dipertanyakan.

"Kalau membaca konten di media sosial, harus dikonfirmasi dulu dengan berita-berita di media massa yang sudah diberitakan sebelumnya. Cek dulu kebenarannya. Jangan langsung diviralkan begitu saja," kata mantan kepala Unit Dikyasa Lantas Polres Jeneponto. 

"Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax) atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan postingan di Facebook, harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main. Bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar," jelas Baharuddin. 

Ancama itu diatur pada pasal 28 ayat 1 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Yang mem-posting, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong," lanjut Baharuddin.