Selasa, 13 Maret 2018 15:52 WITA

Kasus Kekerasan Fisik Terhadap Perempuan Masih Mendominasi di Sulsel

Penulis: Nur Izzati
Editor: Andi Chaerul Fadli
Kasus Kekerasan Fisik Terhadap Perempuan Masih Mendominasi di Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jumlah perempuan dan anak korban kekerasan yang tercatat di lembaga layanan provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2017 sebesar 1.065 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, korban berjenis kelamin perempuan dewasa dan anak 875 orang, serta korban anak laki2 sebanyak 317 orang.

"Maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ini dilatarbelakangi banyak faktor," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulsel, Andi Murlina pada kunjungan kerja OASE Kabinet Kerja RI di Balai Prajurit M Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (13/3/2018).

Faktor tersebut antara lain, ekonomi, pendidikan orangtua, komunikasi aktif dalam keluarga yang relatif memudar, dan  globalisasi informasi dan teknologi yang berpengaruh pada gaya hidup masyarakat.

Lebih lanjut Murlina menjelaskan, pada tahun 2017, kekerasan fisik masih mendominasi di wilayah Sulsel, yakni sebesar 679 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tercatat 281 kasus, kekerasan seksual 241 kasus, dan kekerasan psikis 314 kasus.

Kasus Kekerasan Fisik Terhadap Perempuan Masih Mendominasi di Sulsel

Namun, kata Murlina, dari sekian banyak data kasus kekerasan tersebut, disinyalir masih banyak yang belum terlapor ke lembaga layanan. Karena sebagian besar masyarakat masih menganggap tabu untuk melaporkan kasusnya, apalagi jika pelakunya keluarga dekat.

"Untuk itu, upaya edukasi kepada masyarakat baik dalam aspek pencegahan maupun pelaporan kasus menjadi tanggung jawab para pihak, tidak terkecuali organisasi perempuan yang tersebar di kabupaten/kota," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dari data yang terekam oleh Dinas PPPA Provinsi Sulsel, terdapat 240 anak sebagai pelaku, dan 611 orang anak sebagai korban. 

"Hal ini menjadi keprihatinan kita semua, dan cukup membuka mata kita agar lebih meningkatkan ketahanan keluarga dan kualitas pengasuhan anak," kata Murlina.

Seperti diketahui, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Pertiwi Pengurus G dan diikuti oleh 2000  peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Dharma Pertiwi, Persit Chandra Kirana, Jalasenastri serta siswa/i dari sekolah Yayasan lingkup TNI dan Polri.