Selasa, 13 Maret 2018 15:50 WITA

PNS Pria Kini Bisa Cuti Sebulan Dampingi Istri Melahirkan, Ini Alasannya

Editor: Mulyadi Abdillah
PNS Pria Kini Bisa Cuti Sebulan Dampingi Istri Melahirkan, Ini Alasannya
Ilustrasi PNS

RAKYATKU.COM - Ini kabar gembira bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria yang istrinya sedang hamil. Mereka bisa mengajukan cuti selama satu bulan untuk mendampingi istri saat menjalani proses melahirkan. 

Hal itu diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017.

Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan menjelaskan alasan dari adanya cuti tersebut ialah untuk memperjelas aturan yang sebelumnya sudah ada, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. 

Dalam aturan lama itu tidak sebutkan kepastian mengenai perizinan cuti kelahiran, sehingga apabila dalam keadaan mendesak PNS pria sulit mendapatkan cutinya.

"Dulu itu atasan langsung atau pejabat pembina kepegawaian di daerah itu 'maju-mundur', ada yang bahkan misalnya PNS pria cuti karena alasan penting (tapi) itu mendapat hukuman disiplin," kata Ridwan dikutip dari detikcom, Selasa (13/3/2018).

Oleh sebab itu, kata Ridwan, dalam aturan yang baru ini penjelasan mengenai cuti PNS pria untuk mendampingi pasangannya disebutkan secara tertulis. Dengan begitu, PNS pria bisa mendapatkan dasar hukum tanpa takut mendapatkan hukuman bila cuti terlalu lama.

"Sekarang ini kalau situasinya menghendaki si suaminya harus stay di sampingi istrinya, itu harus diberi izin cuti alasan penting karena mendampingi istrinya melahirkan atau caesar. Jadi lebih humanis," jelasnya.

Ridwan menjelaskan, bahwa jangka waktu cuti satu bulan ini merupakan hal yang situasional. Artinya, pengajuan cuti selama satu bulan ini dapat diajukan dengan kondisi tertentu.

"Sangat situasional. Bahkan kita tahu misalnya, ada kendala medis apa, atau bagaimana. Jadi itu sangat situasional, kita hanya memberi bahwa hak dasarnya PNS pria antara lain cuti (kelahiran) itu. Jadi memang sangat situasional, tergantung dari persetujuan atasan. Tapi prinsipnya aturan ini memperbolehkan suami itu mengajukan cuti satu bulan karena isterinya melahirkan atau caesar," pungkasnya.