Selasa, 13 Maret 2018 12:59 WITA

Serahkan SK Tim Terpadu Penanggulangan Kanker, Husler Terkenang Ibundanya

Editor: Adil Patawai Anar
Serahkan SK Tim Terpadu Penanggulangan Kanker, Husler Terkenang Ibundanya

RAKYATKU.COM, LUTIM - Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thorig Husler, menceritakan pengalaman pahitnya saat ibundanya direnggut oleh ganasnya kanker rahim yang dideritanya beberapa tahun silam.

"Orang tua saya adalah salah satu wanita yang nyawanya direnggut oleh penyakit ini, untuk itu saya tidak mau penyakit serupa dialami oleh kaum perempuan di Luwu Timur," kata Husler yang saat itu wajahnya dihiasi raut kesedihan. 

Hal tersebut diungkapkan Husler usai ia menyerahkan surat keputusan (SK) penetapan pembentukan Satuan Kerja (SATKER) Tim Terpadu Penanggulangan Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim, kepada Ketua Tim, Hj. Puspawati Husler, yang juga ketua Tim Penggerak PKK Luwu timur itu di aula rumah jabatan Bupati, Desa Puncak Indah Malili, Selasa (13/3/2018).

Menurut Husler, hal tersebut terjadi kepada Ibundanya lantaran lambatnya penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu tersebut dideteksi.

Serahkan SK Tim Terpadu Penanggulangan Kanker, Husler Terkenang Ibundanya

Dengan terbentuknya SATKER tim Terpadu Penggulangan Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim tersebut, Husler berharap agar kaum perempuan khususnya di Luwu timur dapat terlindungi dari penyakit paling mematikan itu.

Sejumlah pihak terkait juga hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut seperti, perwakilan RS PT. Vale, BPJS Kesehatan Luwu timur, dan sejumlah camat. 

Kepala Dinas Kesehatan Luwu timur,  dr. April mengklaim jika Kabupaten Luwu Timur menjadi kabupaten pertama yang memiliki Tim Terpadu penanggulangan kanker payudara dan kanker mulut rahim yang melibatkan lintas sektoral. 

"Ini adalah Tim Terpadu pertama yang ada di Sulawesi Selatan, dan menunjukkan keseriusan kita semua dalam menanggulangi penyakit ini," kata April dalam laporannya. 

Menurut April, kegiatan itu bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kaum wanita agar mau memeriksakan secara dini kondisi kesehatan rahim dan payudara mereka.

Husler juga mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir jika terlambat dalam hal lain itu masih bisa diperbaiki, namun jika deteksi terhadap penyakit yang terlambat dapat mengakibatkan masalah serius. 

"Terlambat gajian itu masih bisa diatasi dengan ngutang sama tetangga, tapi terlambat mendeteksi kanker itu bisa jadi bencana," katanya dengan sedikit berkelakar.

"Untuk itu ia kaum perempuan jangan lagi malu untuk memeriksakan dirinya sejak dini," kuncinya.