Selasa, 13 Maret 2018 01:54 WITA

Kabulkan Banding, PT Makassar Vonis Bebas Dua Anak Buah Jen Tang

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Kabulkan Banding, PT Makassar Vonis Bebas Dua Anak Buah Jen Tang
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengadilan Tinggi Makassar secara mengejutkan, mengabulkan permohonan banding dua terdakwa kasus penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo Makassar, Rusdin dan Jayanti. 

Kuasa hukum Rusdin dan Jayanti, Zamzam kepada awak media mengatakan, putusan tersebut dikeluarkan setelah tim kuasa hukum mengajukan memori banding beberapa waktu lalu. 

Dalam amar putusan tersebut, hakim membebaskan kedua terdakwa, yang merupakan anak buah tersangka yang kini menjadi DPO, Soedirjo Aliman alias Jen Tang. 

Zamzam yang dikonfirmasi pada Senin (12/3/2018) sore mengatakan, informasi tersebut diterimanya berdasarkan akta pemberitahuan perkara yang diputuskan pada awal bulan Maret lalu. 

"Dalam akta pemberitahuan putusan banding, perkara tersebut  diputus tanggal 6 maret 2018," ujar Zamzam. 

Zamzam mengatakan, dengan adanya putusan tersebut, Pengadilan Tinggi sudah melakukan upaya yang tepat. Menurutnya, putusan tersebut telah memenuhi rasa keadilan yang diberikan kepada kedua kliennya. 

Sementara, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin saat dikonfirmasi mengatakan, Jaksa Penuntut Umum akan mengajukan upaya Kasasi di tingkat Mahkamah Agung. 

"Pasti JPU akan ajukan kasasi, kasasi tersebut diajukan setelah JPU terima surat putusan," tegas Salahuddin. 

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar memvonis Rusdin dan Jayanti, masing-masing dijatuhi hukuman pidana satu tahun penjara dengan denda Rp50 juta, serta subsider satu bulan kurungan.

Keduanya dianggap bersalah, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi seperti yang tercantum dalam pasal 2 undang-undang tindak pidana korupsi. Rusdin dan Jayanti, seolah-olah bertindak sebagai pemilik lahan dan menyewakan lahan tersebut kepada PT PP sebesar Rp500 juta.

Namun dengan permohonan banding yang dikabulkan pengadilan tinggi, kedua terdakwa tidak akan menjalani vonis yang diberikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar.