Senin, 12 Maret 2018 16:50 WITA

Terkena Sakit Paru-paru, Nafas Rusdi Terhenti Jika Tidur Terlentang

Editor: Adil Patawai Anar
Terkena Sakit Paru-paru, Nafas Rusdi Terhenti Jika Tidur Terlentang
Rusdi, duduk dan tertunduk lesuh saat Rakyatku.com menyambangi.

RAKYATKU.COM, PINRANG - Rusdi (21), warga Desa Padakkalawa, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang kini hidup menderita. 

Bagaimana tidak, penyakit paru-paru yang ia derita membuat dirinya tidak bisa hidup normal. Penyakit yang ia derita sejak tiga bulan lalu membuat makan dan minumnya begitu menyiksanya. Setiap makanan dan minuman masuk di tenggerokannya, Rusdi selalu mendapat rasa perih di dadanya.

Bahkan parahnya lagi, Rusdi tidak bisa tidur secara telentang. Nafasnya selalu terhenti jika ia merebahkan badannya. Sehingga, untuk memenuhi waktu istirahat, Rusdi hanya bisa tidur dengan keadaan duduk. 

"Rusdi tidak bisa bernafas kalau dalam keadaan baring. Makanya ia selalu tidur dalam keadaan duduk. Anak saya sangat butuh perawatan di Rumah Sakit" kata La Hajji (56) Ayah Rusdi saat ditemui Rakyatku.com.

Ayahnya menjelaskan, dirinya tak bisa membawa anaknya ke Rumah Sakit karena faktor biaya. Bahkan untuk urusan dapur saja, La Hajji sebagai petani yang tidak memiliki lahan ini masih kelabakan. Ia juga mengaku, selama anaknya menderita, dirinya belum pernah tersentuh bantuan pemerintah setempat.

"Anak saya tidak punya KIS. Kami takut tak bisa membayar biaya rumah sakit" tutur La Hajji penuh lirih.

Sementara kerabat korban, Sabir mengatakan, Rusdi sempat dirawat di RSUD Lasinrang Pinrang. Tetapi saat itu Rusdi menggunakan KIS atas nama kerabatnya.

"Kami terpaksa pakai cara itu karena tak punya biaya. Saat ketahuan pihak BPJS, dengan terpaksa kami  memulangkan Rusdi karena pihak BPSJ tak berikan jalan selain biaya normal yang sangat mahal," jelasnya.

Saat dirawat, lanjutnya dokter mendiagnosa Rusdi mengidap penyakit tumor di bagian paru-paru dan telah diberikan surat untuk dirujuk ke Kota Makassar.

"Tapi surat itu sudah tidak berlaku, karena kami ketahuan pakai KIS orang lain," pungkas Sabir

Ia juga mengaku heran mengapa Rusdi tidak meiliki KIS. Padahal, semua anggota keluarganya yang tertera dalam KK, mendapatkan KIS
.

"Waktu pengurusan KIS juga, KK ini yang  diserahkan. Tapi kenapa tidak ada nama Rusdi yang sedang sakit ini," keluh Sabir

Ia berharap, pemerintah memberikan jalan keluar agar Rusdi bisa dirawat dan dirujuk di Makassar dengan menggunakan KIS.

"Butuh sekalimi kasian pertolongan, tapi belum ada yang membantu," pungkas Sabir.