Senin, 12 Maret 2018 15:06 WITA

Tim Hukum DIAmi Duga Politikus Dalang Pelaporan Kasus Ketapang

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Adil Patawai Anar
Tim Hukum DIAmi Duga Politikus Dalang Pelaporan Kasus Ketapang
DIAmi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus proyek Ketapang Kencana yang sempat menyeret nama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto kembali diungkit.

Kali ini, Tim Hukum Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) menuntut balik pihak pelapor kasus tersebut, yakni Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) ke Polrestabes Makassar, pada Senin (12/3/2018), dengan alasan pencemaran nama baik.

Alasannya, KP-GRD telah menuding Danny selaku pihak yang paling memungkinkan akan diberi hukuman. Atas hal itu, Tim Hukum DIAmi melaporkan KP-GRD, lantaran tuduhannya tidak dibenarkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polda Sulsel.

Selain itu, Tim Hukum DIAmi menengarai, ada oknum politikus yang sejauh ini menyuruh KP-GRD untuk melaporkan Danny, jelang tahapan kampanye Pilwalkot Makassar beberapa bulan lalu.

Tim Hukum DIAmi, Adnan Buyung Azis menilai, KP-GRD tidak mungkin berbuat tanpa ada arahan dari pihak luar yang memiliki kepentingan yang berkaitan dengan momentum politik tahun ini.

"Dugaan kami sejauh ini adalah politisi. Dan kami sementara full pucket. Kami juga tidak mau menyebut nama, tapi dugaan sementara dan kami yakini itu dari kalangan politisi," beber Adnan, dalam sesi jumpa pers di Cafe Pelangi, Jalan Bontolempangan, Makassar.

Loading...

Bukan tanpa alasan, Tim Hukum DIAmi pun telah mendalami sejumlah keterangan dan saksi-saksi terkait.

"Dasar kami itu ya foto-foto oknum politisi itu bersama KP-GRD yang melaporkan klien kami beberapa waktu lalu. Dan kami saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti kuat lainnya," terang tim lainnya, Ahmad Rianto.

Ia pun berharap, agar pihak kepolisian untuk mengembangkan kasus tersebut atas pelaporan yang dilayangkan. Sebab, kata Rinto, sapaan akrabnya, selain menyeret KP-GRD, pihaknya ingin juga mengungkap siapa dalang di balik pelaporan yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

"Kami minta agar pihak Polrestabes Makassar untuk memproses laporan kami, sekalian mengembangkan agar dalang dibalik kasus yang marak jelang tahapan Pilkada ini diungkap. Karena kami begitu yakin sampai sejauh ini, ada oknum yang menunggangi serta mendorong agar LSM tersebut melaporkan klien kami yang saat ini berstatus Calon Wali Kota," terang Koordinato Tim Hukum DIAmi, Jamaluddin Rustam.

Loading...
Loading...