Senin, 12 Maret 2018 08:39 WITA

Prabowo Ragu Jadi Presiden Indonesia Gara-gara Ini

Editor: Abu Asyraf
Prabowo Ragu Jadi Presiden Indonesia Gara-gara Ini
Prabowo Subianto

RAKYATKU.COM - Prabowo Subianto tidak menghadiri persiapan deklarasi calon presiden yang digelar kader Gerindra, Minggu (11/3/2018). Kabarnya, mantan Danjen Kopassus itu ragu untuk memimpin Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo Subianto belum bisa memutuskan untuk maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2019. 

"Beliau masih berpikir apakah koalisi ini cukup. Beliau masih berpikir, apakah rakyat masih menghendaki beliau, berpikir apakah rakyat masih akan mendukung," ujar Muzani dalam sambutannya pada puncak peringatan HUT ke-10 Partai Gerindra di Lapangan Arcici, Jakarta Timur, Minggu (11/3/2018) seperti dikutip dari Tempo.

Bukan hanya itu, menurut Muzani, Prabowo juga melihat permasalahan bangsa kian kompleks. Beban utang semakin besar. Tantangan bangsa semakin rumit.

"Di tengah masalah Indonesia yang makin berat, beliau masih berpikir apakah nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya," lanjut Muzani yang dikutip dari Antaranews.com.

Sebelumnya, para kader berharap momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden. Sejauh ini, belum ada figur lain yang dianggap bisa menjadi pesaing terkuat Joko Widodo.

Ahmad Muzani meyakinkan Prabowo bahwa mantan menantu Presiden RI Soeharto itu tidak akan berjuang sendiri. Gerindra berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan kepala negara baru sebab kehidupan rakyat yang dinilai semakin berat. 

"Dimana-mana rakyat menyatakan keberatan dan kesusahan hidup. Orang-orang tidak ada yang berempati dan bersimpati kepada rakyat kecil ini," ucap Muzani.

Walau tanpa dihadiri Prabowo, Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra dari seluruh Indonesia mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.

"Dengan rahmat Allah yang maha kuasa, Tuhan yang Maha Esa, dengan ini kami mencalonkan bapak Haji Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masa bakti 2019-2024. Kepada DPP Partai Gerindra agar menetapkan menjadi keputusan Partai Gerindra," ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik.