Minggu, 11 Maret 2018 09:49 WITA

Di Bawah Kepemimpinan SYL, Perempuan sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Nur Hidayat Said
Di Bawah Kepemimpinan SYL, Perempuan sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Berbicara mengenai ekonomi, artinya juga berbicara mengenai perempuan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sulsel, Andi Murlina.

Ia menjelaskan, keterkaitan antara keberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, perempuan adalah agent of development, yang perannya sangat dibutuhkan dalam perkembangan ekonomi. 

"Keberdayaan wanita di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan, kesetaraan gender tercapai jika tidak ada lagi kesenjangan capaian antara perempuan dan laki-laki, salah satunya dalam hal ekonomi," katanya, Minggu (11/3/2018).

Menurutnya, saat wanita menjadi kaum terdidik, mempunyai hak-hak kepemilikan, bebas untuk bekerja di luar rumah serta mempunyai pendapatan mandiri, inilah tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat. Jika pendidikan dan keahlian perempuan semakin meningkat, maka berdampak pada pendapatan yang diterima. 

Murlina berujar, makin tinggi pendidikan dan keahlian perempuan, upah yang diterima akan semakin tinggi pula. Dengan demikian, kesenjangan pendapatan antara perempuan dan laki-laki yang selama ini terjadi akan makin mengecil.

"Saya yakin bahwa apa yang sudah dicapai Sulawesi Selatan selama kepemimpinan Bapak Gubernur (Syahrul Yasin Limpo) telah menjadi fondasi yang kuat untuk lebih mengukuhkan peran dan partisipasi perempuan dalam turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan," tutur Murlina. 

"Selayaknyalah jika Sulawesi Selatan memperoleh banyak penghargaan di bawah kepemimpinan beliau (Syahrul Yasin Limpo), termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender," pungkas Murlina.

Di Bawah Kepemimpinan SYL, Perempuan sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Bidang Data dan Informasi Gender dan Anak DPPPA Sulsel, Suciati, menjabarkan pertumbuhan ekonomi 2016 7,41 persen, lebih tinggi dibanding 2015 sebesar 7,17 persen. 

"Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan rata-rata nasional sebesar 5,02 persen. Dengan pencapaian ini, menempatkan Sulsel pada urutan ketiga secara nasional setelah Sulawesi Tengah dan Papua," jelasnya.

Suci menuturkan, saat ini jumlah penduduk perempuan kerja makin banyak dibandingkan jumlah perempuan yang mengurus rumah tangga (44,87 banding 39,06).

"Ini menunjukkan meningkatkan akses dan partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Demikian juga halnya dengan peningkatan Indeks Pemberdayaan Gender  pada tahun 2016 lebih banyak dipengaruhi oleh persentase perempuan sebagai tenaga profesional," jelasnya.

Komponen tersebut, kata Suci, mengalami peningkatan terbesar, dibandingkan komponen lain. Selama 2014-2016, persentase perempuan sebagai tenaga profesional berflutuktuasi pada angka sekitar 52 persen. Pada 2016, perempuan yang berprofesi sebagai tenaga profesional sebesar 53,81 persen.

"Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2015 dan hal ini menunjukkan bahwa profesionalisme tenaga kerja perempuan semakin terlihat," imbuhnya.

Adapun program-program pemberdayaan perempuan yang gencar dilakukan pemerintah provinsi melaui beberapa dinas terkait selama ini, ditujukan untuk menstimulasi pengembangan usaha perempuan, menggugah partisipasi stakeholder dalam pengembangan usaha perempuan dan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan partisipasi masyarakat kaum perempuan, serta berbagai dampak yang lain.

"Hasilnya terakumulasi pada capaian pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang terus mengalami peningkatan," pungkas Suci.