Sabtu, 10 Maret 2018 18:20 WITA

Saat Abraham Samad Singgung Dinasti Politik di Samping SYL

Editor: Mulyadi Abdillah
Saat Abraham Samad Singgung Dinasti Politik di Samping SYL
Para pembicara dalam Roadshow Gerakan Kami Indonesia di Kampus Universitas Hasanuddin, Sabtu (10/3/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyinggung dinasti politik saat menjadi pembicara dalam acara roadshow "Kami Indonesia" di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), pada Sabtu (10/3/2018).

Abraham Samad duduk bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Ia bicara blak-blakan tentang praktik korupsi di Indonesia dan dampaknya terhadap negara Indonesia serta masyarakat. Dikatakan, salah satu yang dapat melahirkan sebuah praktik korupsi adalah dinasti politik dalam sebuah pemerintahan. 

"Dinasti politik melahirkan korupsi. Wali Kota Kendari ditangkap korupsi karena pemerintahan di sana menjalankan dinasti politik. Begitupun dengan salah satu bupati di Kalimantan yang juga melakukan dinasti politik akhirnya ditangkap KPK karena korupsi," ucap Abraham Samad dengan nada lantang. 

Untuk itu, pria asal Sulsel ini meminta kepada mahasiswa-mahasiswi yang hadir dalam seminar tersebut untuk sejak dini menolak korupsi dan tidak diam ketika melihat ada praktik korupsi. 

Saat Abraham Samad Singgung Dinasti Politik di Samping SYL

"Apapun profesi yang anda geluti nanti, Anda harus menjalaninya secara integritas. Anda tidak boleh menjadi pemimpin yang tidak punya hati. Pemimpin-pemimpin yang tidak punya hati seperti yang saya katakan tadi adalah dinasti politik yang akhirnya melakukan korupsi," urainya. 

Syahrul Yasin Limpo yang turut hadir menjadi pemateri sontak menanggapi pernyataan Abraham Samad.

Gubernur Sulsel dua periode ini menegaskan kepada Abraham Samad, ia menjamin dirinya bersih dari korupsi selama 10 tahun memimpin Sulsel.

"Pak Abraham, Insyaallah Syahrul bersih dari korupsi. Pak Abraham pernah dengar Syahrul disogok-sogok?," ujar SYL kepada Abraham di atas panggung. 

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini berharap, perjalanan kariernya sebagai birokat sejak menjabat lurah, camat, bupati Gowa dua periode, wagub dan gubernur dua periode berakhir dengan indah.

"Insyaallah, doakan saya akhiri karir ini dengan khusnul khotimah," harap SYL. 

Ditegaskan, praktik korupsi adalah bukan gaya kepemimpinan orang Bugis Makassar. 

"Siri itu (korupsi). Kita ini Bugis Makassar harus tetap mengedepankan siri na pacce. Apa gunanya kita kaya kalau hasil korupsi. Pernah dengar Syahrul ikut tender? Tidak kan," tutup SYL.