Sabtu, 10 Maret 2018 12:45 WITA

Ketua MPR: Demokrasi Lahirkan Korupsi

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Ketua MPR: Demokrasi Lahirkan Korupsi
Zulkifli Hasan saat berbicara di Baruga AP Pettarani, Unhas, Sabtu (10/3/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar seminar motivasi bertema "Spirit of Indonesia". Seminar itu menghadirkan Ketua MPR Zulkifli Hasan, di auditorium Unhas, Baruga Pettarani, Sabtu (10/3/2018). 

Road show seminar motivasi Spirit of Indonesia ini, juga dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan mantan Ketua KPK Abraham Samad.

Dalam seminar motivasi tersebut, Zulkifli Hasan berbicara tentang demokrasi Pancasila, yang dianut Indonesia selama puluhan tahun. 

"Demokrasi Pancasila melahirkan kesenjangan, antara kaya dan miskin, antara di Jawa dan luar Jawa. Kesenjangan ekonomi menghasilkan kesenjangan ekonomi. Kesenjangan sosial, orang saling melapor, banyaknya pemuda terlibat narkoba," ujar Ketua DPP PAN itu.

Selain itu, Zulkifli juga membeberkan jika dampak lain dari Demokrasi Pancasila yang selama ini di negara Indonesia, yaitu Demokrasi Pancasila telah melahirkan banyak koruptor. 

Loading...

"Demokrasi Pancasila kita, melahirkan yang tidak terbayang korupsi, banyak kader saya kena, belum lagi selesai satu kena lagi satu. Untuk itu, puluhan tahun setelah reformasi masih banyak PR yang harus kita selesaikan," ungkapnya di depan Abraham Samad. 

Selain itu, Zulkifli Hasan mengungkapkan, sebuah negara itu bisa dikatakan maju jika ia mampu mengetahui bagaimana caranya mengelola negaranya tersebut. 

"Menurut teori yang sudah terbukti, tidak ada negara itu kaya atau miskin, negara itu maju atau tidak tergantung bagaimana mengelolanya," papar Zulkifli.

"Kita punya emas, batu bara dan sangat banyak kita punya. Singapura tidak punya apa-apa. Tapi sawit dan tambangnya di mana-dimaa. Jangan-jangan tambang di Indonesia punya orang Singapura. Jadi negara maju itu tergantung bagaimana mengelolanya," tutupnya.

Loading...
Loading...