Jumat, 02 Maret 2018 16:38 WITA

Simpatisan Meninggal Saat Yel-yel di Depan Pasangan Mukmin-Bisa

Penulis: Zul Lallo
Editor: Mays
Simpatisan Meninggal Saat Yel-yel di Depan Pasangan Mukmin-Bisa
Warga berkumpul saat insiden meninggalnya seorang pendukung Mukmin Bisa di Karelayu, Jeneponto, Jumat, (2/3/2018).

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Kampung Parang Bembeng, Desa Karelayu, Kecamatan Tamalatea, tak seramai biasanya. 

Jumat (2/3/2018), warga berkumpul untuk menyambut salah satu pasangan kandidat calon bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu-Kasmin (Mukmin Bisa). Memang hari ini, wilayah itu menjadi zona kampanye pasangan bernomor urut 1 itu. 

Saat Mulyadi Mustami dan Kasmin tiba, Jamal kemudian menyambut di halaman rumah. Dia pun menyanyikan yel-yel yang mengajak warga mencoblos nomor satu. "Ayo coblos nomor satu, jangan nomor tiga," demikian lirik yel-yel itu. Dia menyanyikannya setengah berteriak.

Simpatisan Meninggal Saat Yel-yel di Depan Pasangan Mukmin-Bisa

Jamal sempat dilarikan ke Pustu Karelayu

Namun tiba-tiba, pria berusia 65 tahun itu terjatuh dan pingsan. Mulyadi Mustamu dan Kasmin kaget. Jamal lalu dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Karelayu untuk mendapatkan pertolongan.

Namun sayang, paramedis yang melakukan usah penyelamatan selama lima menit, tidak berhasil. Nyawa Jamal tidak tertolong. Dia pun mengembuskan napasnya terakhirnya di Pustu Karelayu.

loading...

Kampanye dialogis pun urung dilakukan akibat insiden itu. 

"Salah seorang simpatisan paslon no 1 slogan Bisa ini, meninggal dunia pada saat menyanyikan lagu Mulyadi-Kasmin yang berjudul coblos no 1 jangan no 3. Korban ini tiba tiba jatuh pingsan, dan nyawanya tidak bisa lagi diselamatkan di Puskesmas pembantu (Pustu) Karelayu," jelas Gaffar, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.

Kanit Intel Polsek Tamalatea Musyadi, membenarkan kejadian itu. "Iya, Korbannya itu bernama Jamal, diduga meninggal karena penyakit jantung. Peristiwa itu saat korban bernyanyi," ucap Musyadi. 

Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Karelayu, Bahtiar mengatakan, seluruh keluarganya panik setelah jenazah Jamal tiba di kampungnya, di Jl Abdul Jalili Sikki samping SMA Kelurahan Balang Beru, Kacamatan Binamu Jeneponto.

Menurut Bahtiar, korban diduga mengalami riwayat penyakit jantung. Namun setibanya jenazah korban di kampungnya, semua keluarga menerima dan sementara jenazah korban disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman. 

"Kalau saya dengar dari keluarganya, korban ini memiliki riwayat penyakit jantung. Saya sendiri yang antar jenazahnya ke kampungnya di Jl Jalil Abdul sikki, samping SMA di Binamu. Setibanya jenazah ini semua keluarganya panik disertai dengan isak tangis," jelas Bahtiar.

Loading...
Loading...