Jumat, 02 Maret 2018 02:30 WITA

PLN Segel Jaringan Listrik RSUD, Ancam Pemutusan Permanen

Penulis: Zul Lallo
Editor: Nur Hidayat Said
PLN Segel Jaringan Listrik RSUD, Ancam Pemutusan Permanen

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Pelaksana tugas (Plt) Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin, mengatakan penyegelan listrik RSUD Lanto Dg Pasewang oleh PLN sudah prosedur tetap (protap). Sesuai aturan internal PLN yang harus dipatuhi semua pelanggan.

"Penyegelan itu adalah peringatan pada pelanggan dalam hal ini RSUD Lanto Dg Pasewang, setelah diperingati secara tertulis oleh PLN dan itu sudah protap yang harus dipatuhi oleh semua pelanggan," kata Syafruddin Nurdin, Kamis (1/3/2018)

Namun di sisi lain, kata Syafruddin, RSUD Lanto Dg Pasewang sebagai milik pemerintah bukan tidak patuh dan tidak respons atas peringatan PLN. Akan tetapi, persoalannya pada ketersediaan dana rumah sakit yang sedang dalam proses pencairan. Itu karena sumber dananya dari APBD 2018 pada DPA rumah sakit.

"Jadi ada sumber dananya, seharusnya itu bisa menjadi jaminan pada PLN untuk menunda penyegelan apalagi sudah ada progres pencairan dana. Saya yakin pihak manajemen rumah sakit sedang upayakan pencairan dananya dan semoga minggu ini bisa cair. Menunggu pencairan karena itu bagian dari sistem tata kelola keuangan pemerintah," ujar Syafruddin yang juga menjabat Kadis Kesehatan.

loading...

Manajer PLN Cabang Jeneponto, Ramlan Harahap, mengatakan penyegelan sudah sesuai dengan aturan. Sebelumnya sudah dilakukan mediasi untuk melunasi tunggakan listrik yang mencapai Rp209 juta.

Tunggakan listrik RSUD Lanto Dg Pasewang itu terhitung dua bulan dari Januari hingga Februari tahun ini. Kalau sampai 20 Maret dan belum juga dilunasi, PLN akan melakukan pemutusan permanen.

"Kami sudah melakukan pendekatan untuk segera melunasi tunggakan listrinya. Sebaiknya dari pihak rumah sakit itu ada yang bisa menanggulangi pembayarannya, masa harus menunggu pencairan. Jika sampai bulan Maret ini tanggal 20 mendatang terpaksa dilakukan pemutusan permanen," tegas Ramlan.

Loading...
Loading...