Jumat, 02 Maret 2018 08:00 WITA

Asyik Betul, Negara Ini Pangkas Jam Kerja dan Naikkan Upah Karyawan

Editor: Nur Hidayat Said
Asyik Betul, Negara Ini Pangkas Jam Kerja dan Naikkan Upah Karyawan
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, SEOUL - Ini mungkin jadi keinginan karyawan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Jam kerja dipangkas, tetapi upah dinaikkan. Korea Selatan melakukan itu.

Dilansir The Guardian, Korea Selatan memangkas jam kerja karyawan dari 68 jam menjadi 52 jam per pekan. Pemangkasan itu lewat regulasi ketenagakerjaan baru, telah disetujui parlemen, dan bakal berlaku mulai Juli 2018.

Pemerintah Negeri Ginseng beralasan pemangkasan jam kerja ini demi meningkatkan kualitas hidup warganya. Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, menjadikan pemangkasan jam kerja sebagai salah satu janji kampanyenya. Ia juga memastikan kenaikan upah sebesar 16 persen tahun ini.

Jam kerja baru terdiri atas 40 jam waktu kerja normal dan 12 jam lembur. Korean Economic Research Institute menghitung perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar 12 triliun won per tahun ( sekitar Rp152,2 triliun) untuk menjaga level produksi yang sama.

Menteri Keluarga dan Kesetaraan Gender, Korea Selatan, Chung Hyun Back, mengatakan jam kerja panjang sebelumnya sebagai sesuatu yang tidak manusiawi.  

Berdasarkan data Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), jam kerja Korsel merupakan salah satu yang terpanjang di dunia.

Pemangkasan ini juga membuat jam kerja karyawan Korea Selatan lebih panjang dibandingkan Inggris dan Australia, walaupun dari sisi upah relatif sama.