Kamis, 01 Maret 2018 13:12 WITA

Gelar Perpisahan, Lelaki di Jambi Gauli Pacar di Indekos Teman

Editor: Aswad Syam
Gelar Perpisahan, Lelaki di Jambi Gauli Pacar di Indekos Teman
Ilustrasi digerebek

RAKYATKU.COM, MERANGIN – Selasa (27/2/2018), sekitar pukul 21.30 WIB, 
pemilik indekos di RT 18, Kelurahan Pematang, Merangin, Jambi, menggedor salah satu kamar indekosnya.

Dia curiga, saat penunggu indekos itu memasukkan seorang perempuan pada malam hari.

Agak lama tak ada suara. Dia kembali menggedor. Seorang pemuda kemudian membuka pintu. Dia adalah ZA (18). Lelaki itu tampak gugup. Pemilik indekos kemudian masuk, rupanya seorang wanita IN (18), sedang bersembunyi di kamar mandi.

Pemilik indekos kemudian memanggil warga yang saat itu sedang ramai berkumpul. Mereka pun mengamankan sepasang kekasih tersebut. Karena takut diamuk massa, keduanya langsung dibawa ke Polres Merangin.

Saat di Polres Merangin, ZA mengakui sudah 12 kali berhubungan layaknya suami istri selama berpacaran dengan IN. Pada awal jadian, ZA dan IN sudah melakukan hubungan layaknya suami istri saat indekos di Desa Sungai Ulak.

"Biasanya kami berbuat hal tersebut di indekos saya. Kebetulan ada teman yang menitipkan kunci indekosnya, jadi saya ke indekos teman dan berhubungan dengan IN," kata ZA, sebagaimana dilansir dari jambiindependen, Kamis (1/3/2018).

Loading...

ZA beralasan dirinya berhubungan intim dengan IN yang terakhir kalinya, karena dia akan pindah kerja ke Dharmasraya. "Saya ajak IN bertemu untuk terakhir kalinya sebelum saya pindah kerja. Karena pertemuan saya dan IN di indekos dan IN menangis tidak mau ditinggalkan. Di sana saya menyetubuhi IN sebanyak satu kali," ucapnya.

Terpisah Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya, melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqin, mengatakan, pihaknya lalu meminta kedua orang tunya menjemput ke Polres Merangin.

Mengenai sanksi hukumnya, pihaknya menyerahkan hal itu ke RT setempat. Sandi juga menjelaskan, karena kasus ini adalah delik aduan dan sepasang kekasih ini sudah di atas umur, makanya kasus ini biar adat yang menentukannya.

"Berkemungkinan akan didenda adat oleh RT setempat, kami hanya mengamankan saja agar tidak diamuk massa nantinya," kata dia. 

Loading...
Loading...