Sabtu, 24 Februari 2018 16:33 WITA

Suami Juga Pernah Pergoki FT dan DD di Wisma Bulukumba

Editor: Aswad Syam
Suami Juga Pernah Pergoki FT dan DD di Wisma Bulukumba
FT saat memberikan keterangan di Mapolsek Makassar, Sabtu (24/2/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - GU (32), memergoki istrinya FT (35) dan DD (32), tengah bersama di dalam rumah indekos di Jalan Veteran Utara, Makassar, Sabtu dini hari (24/2/2018).

Ini bukan kali pertama GU memergoki FT sedang bersama dengan DD. Menurut GU, dirinya juga pernah mendapati FT dan DD bersiap-siap hendak memasuki sebuah wisma di Bulukumba.

Namun saat itu kata GU, justru FT yang memarahi dirinya. "Dia juga membawa anak kedua kami waktu di Bulukumba. Dia bawa supaya dibilang pasangan suami istri. Waktu di Bulukumba malah saya yang dimarahi. Katanya dia mau minta cerai makanya selingkuh," jelas GU di Mapolsek Makassar, Sabtu (24/2/2018).

Saat digerebek di indekos di Jl Veteran Utara, Makassar, FT bersama selingkuhannya DD menunjukkan sebuah surat nikah.

Di depan penyidik Polsek Makassar, FT menegaskan, dirinya sudah menikah siri dengan DD di Makassar di salah satu masjid. Dinikahkan salah seorang imam masjid dan disaksikan warga sekitar.

"Surat nikah itu seminggu baru jadi. Sekitar Rp2 jutaan (saya bayar). Yang buat dia (DD) bukan saya. Saya mau cerai sama suami saya, tapi dia nda mau," kata FT.

Sebelumnya, GU curiga sejak istrinya beberapa hari tidak pulang. Dia lalu menyusul ke rumah mertuanya, namun tidak menemukan mobil yang biasa dipakai istrinya.

GU kemudian menghubungi kerabat DD dan mendapatkan alamat di Makassar. Di alamat dimaksud, GU menemukan mobil istrinya terparkir di depan rumah indekos.

Dia lalu melapor ke Polsek Makassar dan bersama-sama menggerebek. Benar saja, di dalam rumah FT ditemukan bersama DD.

Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Harianto Rahman membenarkan penggerebekan itu. "(Dapat) laporan dari suami salah satu pasangan itu, lalu anggota kami ke lokasi, dan mendapati yang terlapor bersama dengan seorang pria lain," ujar Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Harianto Rahman, kepada wartawan, Sabtu (24/2/2018).