Sabtu, 24 Februari 2018 09:56 WITA

AHY Ajak Ketemu, Megawati Hanya Bilang Begini

Editor: Abu Asyraf
AHY Ajak Ketemu, Megawati Hanya Bilang Begini
Presiden Joko Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Agus Harimurti Yudhyonono (AHY) merespons hasil survei terbaru dengan mendekati PDIP. Komandan Kogasma Partai Demokrat itu disebut-sebut tertarik menjadi pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Langkah nyata mulai dilakukan. AHY meminta waktu untuk berbicara dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Namun, sejauh ini presiden kelima RI itu belum menerima permintaan tersebut. Mungkinkah Megawati sudah punya kandidat lain yang akan dipasangkan dengan Jokowi?

Permintaan AHY disampaikan langsung kepada Megawati Soekarnoputri pada pengambilan nomor urut parpol di kantor KPU RI. Hal itu dibenarkan Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik.

Menurutnya, Megawati memberi respons positif. Namun, belum mengagendakan waktunya. "Ibu Mega juga belum bilang setuju kok. Kan bilangnya nanti kita akan berikan waktu, tetapi kan belum artinya setuju. Ya kita menunggu aja dari Bu Mega," ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, ajakan dialog itu belum tentu sinyal untuk berkoalisi. Menurutnya, komunikasi dengan parpol lain harus tetap terjalin. Namun, soal koalisi akan dibicarakan nanti.

PDIP telah resmi mendeklarasikan Jokowi maju sebagai Capres 2019. Selain, jauh-jauh hari Partai Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura sudah lebih dahulu memberikan dukungan. Dengan dukungan kelima partai tersebut Jokowi telah mengantongi 52,21 persen suara dengan perhitungan hasil Pemilu 2014.

Jika Demokrat bergabung yang memiliki 10,19 persen suara, maka total persentase kursi hasil Pemilu 2014 Jokowi mencapai 62,40 persen. Itu belum termasuk PKB yang ketua umumnya Muhaimin Iskandar juga mencoba merapat ke Jokowi. Kondisi ini menutup pasangan calon ketiga pada Pilpres 2019. 

Dengan komposisi itu, Jokowi hampir dipastikan kembali bertarung dengan Prabowo yang sejauh ini didukung PAN, Gerindra, dan PKS. Tiga parpol ini memiliki kekuatan 26,19 persen suara.

Baru-baru ini, Alvara Research Center merilis hasil survei elektabilitas calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019. Hasilnya, Agus Harimurti Yudhoyono berada di tempat teratas dengan elektabilitas 17,2 persen. 

Di bawah AHY, ada mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo dengan 15,2 persen, Jusuf Kalla 13,1 persen, Anies sebesar 9,3 persen, dan Muhaimin mendapat 8,9 persen. 

Dukungan terhadap AHY mayoritas berasal dari Sumatera, Bali-Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Sementara Gatot Nurmantyo banyak dukungan dari Jawa. Adapun, nama Jusuf Kalla banyak dukungan dari Sulawesi, Maluku, dan Papua. 

AHY dinilai sebagai representasi dari tokoh muda yang dinilai layak menjadi cawapres dengan persentase 25,7 persen. Angka itu mengalahkan Ridwan Kamil dengan 15 persen, Anies Baswedan dengan 15 persen, Muhaimin Iskandar dengan 14,2 persen, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan 9,7 persen.

Meski begitu, AHY bukanlah tokoh Islam yang menempati tempat tertinggi. Sebab, saat responden disodorkan 10 nama tokoh Islam yang layak jadi cawapres, nama Muhaimin Iskandar ada di posisi teratas sebesar 21,7 persen. Selanjutnya, Anies Baswedan sebesar 14,9 persen, Jusuf Kalla sebesar 7,8 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono dengan persentase 4,1 persen. 

Saat disodorkan simulasi capres-cawapres, perpaduan sipil-militer disukai oleh 93,2 persen responden. Sementara perpaduan tokoh nasionalis-Islam disukai 89,9 persen, Jawa-luar Jawa disukai 82,4 persen, dan tua-muda dengan 84,7 persen. 

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka kepada 2.200 responden yang berusia 17-65 tahun dengan margin of error 2 persen. Pelaksanaan survei pada 15 Januari-7 Februari 2018 di enam wilayah besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Maluku-Papua.