Jumat, 23 Februari 2018 00:30 WITA

Jangan Ada Dusta saat Pengukuran Lahan Rel Kereta Api

Editor: Nur Hidayat Said
Jangan Ada Dusta saat Pengukuran Lahan Rel Kereta Api
Sosialisasi pelaksanaan pengadaan tanah pembangunan rel kereta api di Kecamatan Segeri, Pangkep, Kamis (22/2/2018).

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pangkep, Arman, meminta masyarakat pemilik lahan yang terkena jalur rel kereta api, untuk datang saat tim pengukur akan mengukur lahan.

Arman menyampaikan itu saat sosialisasi pelaksanaan pengadaan tanah pembangunan rel kereta api di Kecamatan Segeri, Pangkep, Kamis (22/2/2018). Hal itu, kata dia, sangat penting untuk menjaga jangan sampai kekhawatiran dan keraguan.

"Peran serta masyarakat sangat kita butuhkan. Itu agar supaya tidak ada dusta di antara kita. Kita sangat berharap masyarakat hadir di lapangan, supaya kita tidak susah-susah lagi mencari siapa pemilik. Apalagi mereka yang punya kepentingan," ujar Arman.

Di Pangkep, kata Arman, pengukuran akan dilakukan tim terhadap lahan yang diperkirakan mencapai panjang sekitar 202,5 hektare dengan luas 50 meter, atau setara dengan 40,5 kilometer.

Jangan Ada Dusta saat Pengukuran Lahan Rel Kereta Api 

Pengukuran yang dimulai dari Kecamatan Mandalle sebelumnya berjalan lancar. "Lancar belum ada kendala, karena baru mulai. Persentasenya pun masih rendah," kata Arman.

Kasi II Intelijen Kejati Sulsel, yang juga Tim TP4D Sulsel, Dedi, mengatakan pihaknya akan terus mengawal dan melakukan pendampingan terhadap setiap tahapan pembangunan jalur trans Sulawesi yang kini mulai masuk wilayah Pangkep.

"Setidaknya ada dua sisi yang kami kawal, terkait pembangunannya, jangan sampai terjadi penyimpangan, dan kedua terkait masyarakatnya yang kena dampak, khususnya terkait manipulasi," terang Dedi.

Dedi mengakui, terkait pembangunan jalur rel kereta api trans Sulawesi ini tak terlepas dari beberapa aspek, terutama bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Kehadirannya di Pangkep pun bagian dari usaha mengawasi dan warning baik bagi pelaksana proyek maupun masyarakat.

Camat Segeri, Andi Sadda, mengatakan ada sekitar 172 warga yang lahannya terkena dampak dari pembangunan jalur rel kereta api ini. Khusunya warga yang ada di Desa Parenreng, Kelurahan Bone, dan Bontomatene.