Selasa, 20 Februari 2018 16:22 WITA

Pelajar di Sinjai Diajar Kenali Berita Hoax

Penulis: Rahmatullah
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pelajar di Sinjai Diajar Kenali Berita Hoax
Pelajar di Sinjai diajarkan ciri dan dampak berita hoax di SMAN 1 Sinjai, Selasa (20/2/2018).

RAKYATKU.COM, SINJAI - Berita hoax alias tidak benar menjadi momok yang berbahaya di tengah masyarakat saat ini. Pengaruh informasi yang tak benar kerap menimbulkan kerawanan hingga konflik sosial.

Kebanyakan berita hoax mudah dikonsumsi oleh remaja yang terbilang masih labil dalam memaknai sebuah informasi, apalagi di tengah gempuran tekhnologi dan sosial media saat ini.

Mengantisipasi hal itu, Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Sinjai, dan Relawan TIK Sulsel, gencar laksanakan sosialisasi pencegah, terutama ke pelajar di Sinjai.

Menurut Sekretaris Lakpesdam Sinjai, Muhammad Salih, pelajar harus mengetahui ciri-ciri berita hoax, agar mereka tidak terjerembab pada informasi yang tidak benar dan menjatuhkan orang lain atau lembaga.

"Ciri-ciri dari hoax antara lain kalimatnya sugestif dengan tujuan memengaruhi pembaca untuk membuka dan membagi kabar tersebut. Umumnya penyebar hoax menggunakan huruf kapital dan tanda seru pada judul berita atau postingannya untuk menarik perhatian," kata Salih, dihadapan ratusan pelajar SMAN 1 Sinjai, saat sosialisasi ciri dan dampak hoax, Selasa (20/2/2018).

Loading...

Pelajar di Sinjai Diajar Kenali Berita Hoax

Ia juga berharap generasi sekarang tak mudah percaya pada informasi yang ganjil dan baru pertama kali didengar, jika penasaran dengan kabar tersebut, diharap melakukan krosscek pada sumber terpercaya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sinjai, A. Arifuddin, dihadapan peserta didiknya, menyampaikan pentingnya diadakan sosialisasi tentang bahaya hoax.

"Internet itu seperti pisau bermata dua. Ada sisi negatif dan ada sisi positifnya. Olehnya itu anak-anakku sekalian, mari gunakan internet, media sosial dengan bijak. Ambil sisi positifnya, dan buang jika itu bernilai negatif," pesan A. Arifuddin.

Tags
Loading...
Loading...