Jumat, 16 Februari 2018 01:30 WITA

Australia Larang Menteri Berhubungan Seks dengan Stafnya

Editor: Nur Hidayat Said
Australia Larang Menteri Berhubungan Seks dengan Stafnya
Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull. Foto: Herald Sun.

RAKYATKU.COM, CANBERRA - Terungkapnya skandal perselingkuhan Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, menjadikan Negeri Kanguru itu mengeluarkan aturan ekstrem. Jajaran menteri dilarang berhubungan seks dengan stafnya.

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, sendiri yang menyerukan aturan itu. "Menteri, terlepas dari apakah mereka menikah atau tidak, tidak boleh melakukan hubungan seksual dengan staf," kata Malcolm Turnbull dikutip laman AFP, Kamis (15/2/2018).

Malcolm Turnbull mengumumkan amandemen kode etik menteri pada sebuah konferensi pers. Ia menilai perilaku Barnaby Joyce telah melukai istri dan keempat anaknya. Perselingkuhannya dinilai sebagai praktik di tempat kerja yang sangat buruk. 

"Barnaby membuat kesalahan mengejutkan karena berselingkuh dengan seorang wanita muda yang bekerja di kantornya," ucap Malcolm Turnbull.

Sejak perselingkuhannya terbongkar, Barnaby Joyce berada di bawah tekanan. Politikus berusia 50 tahun ini berselingkuh dengan mantan penasihat medianya, Vikki Campion, 33 tahun, hingga hamil. Skandal ini pun telah menghiasi halaman depan media massa Australia. 

Barnaby Joyce mengakui perselingkuhannya setelah foto kekasihnya yang sedang hamil tayang di halaman depan Sydney Daily Telegraph. Ia pun secara terbuka telah meminta maaf kepada istrinya dan anaknya.

Barnaby Joyce kini didesak mengundurkan diri dari jabatannya. Barnaby Joyce yang menjadi anggota Partai Nasional dalam sebuah koalisi dengan Perdana Menteri akan mengambil cuti minggu depan.

Malcolm Turnbull mengatakan, bahwa skandal ini akan posisi Barnaby Joyce terancam lengser dari jabatannya. Perdana Menteri bisa memecatnya, tetapi itu berisiko mencederai koalisi dan bisa menyebabkan keretakan antara partai Liberal dan Nasional.