Kamis, 15 Februari 2018 17:29 WITA

Tulis Jokowi Jongosnya Asing, Seorang Pria Diciduk Polisi

Editor: Adil Patawai Anar
Tulis Jokowi Jongosnya Asing, Seorang Pria Diciduk Polisi

RAKYATKU.COM - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial AA (34), lantaran diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif (Buya Syafii).

"Satgas Patroli Medsos Dittipidsiber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran hate speech berupa Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik kepada Presiden Jokowi, Tokoh Ulama Buya Syafii," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran kepada wartawan, Kamis (15/2/2018).

AA ditangkap dikarenakan telah memposting sebuah gambar dan status yang menyikapi adanya kekerasan terhadap para tokoh agama dan ulama akhir-akhir ini.

"Polri melalui media sosial facebook serta memposting gambar memegang senjata laras panjang. AA dengan sengaja memposting gambar dan tulisan dengan konten yang memuat hate speech," tuturnya dilansir okezone.

Adapun postingan AA di media sosial probadinya seperti , “Polisi zaman now justru membiarkan kejahatan membungkam suara Keadilan”. Kemudian AA memposting seperti “Saat Ulama diserang dan dibunuh, dia diam dan cuek saja. Giliran gereja diserang, dia dengan sigap menjenguk gedung gereja tersebut. Mengapa bisa begitu..? sebab, kalau ke gereja dia dapat amplop.?”, selanjutnya “Beda level, Umar bin Khattab adalah Khalifah, sementara Jokowi cuma jongosnya Aseng dan Asing“ .

"Terakhir AA memposting dengan kata-kata, "Kalau gak ngutang, ya jual asset Negara. Itu kehebatan Jokowi “," tuturnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku merasa kecewa atas penanganan petugas atas peristiwa adanya kekerasan yang terjadi pada tokoh agama.

"Menyebarkan konten hate speech dengan alasan spontanitas atas ungkapan rasa kecewa," tutupnya.

Atas ulahnya, pelaku akan dikenakan Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP.