Kamis, 15 Februari 2018 16:29 WITA

Jokowi Larang Penerima Sertifikat di Takalar Membeli Mobil

Editor: Adil Patawai Anar
Jokowi Larang Penerima Sertifikat di Takalar Membeli Mobil
Presiden Jokowi di Takalar

RAKYATKU.COM, TAKALAR - Saat membagikan sertifikat di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Presiden RI, Joko Widodo meminta agar sertipikat disekolahkan untuk modal usaha.

Menurutnya, manfaat sertifikat tanah itu bukan hanya tanda bukti kepemilikan jika ada orang lain yang mengklaim sebagai pemilik lahan, tapi bisa dijadikan tanggungan di Bank untuk mendapatkan modal usaha.

Asalkan, kata orang nomor satu di Indonesia ini, uang yang didapat tidak belikan mobil atau kendaraan bermotor, cukup dipakai saja dulu untuk modal usaha. Apalagi ada program pemerintah kredit usaha rakyat (KUR).

"Jangan sampai dapat dari bank 300 juta, baru dipakai beli mobil 150 juta, atau dapat 20 juta dipakai beli motor 15 juta, nanti kendaraan ditarik usaha juga tidak jalan, jadi harus dihitung-hitung dulu," demikian Joko Widodo, Kamis (15/2/2018). 

Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar sertipikat yang sudah ada di tangan masing-masing penerima agar dijaga dengan baik, baik dari kebasahan air maupun kehilangan.

"Tolong dibungkus plastik yah, supaya kalau atap bocor, tidak basah, di foto copy juga, kalau hilang, ada kopiannya yang dipakai urus di BPN, disekolahkan juga tidak apa," terang Joko Widodo. 

Sementara Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A. Djalil mengungkapkan hal serupa. Sertipikat yang dibagikan tidak apa-apa dijadikan tanggugan di Bank, asalkan bisa lancar kreditnya.

"Bisa jadikan jaminan, asalkan lancar juga pengembaliannya, jadi bisa pakai modal usaha, apalagi ada KUR, bunganya cuman 7 persen," ujar Sofyan A Djalil.