Kamis, 15 Februari 2018 15:51 WITA

Data Penerima Bansos Rastra di Pangkep Dikeluhakan Warga

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Data Penerima Bansos Rastra di Pangkep Dikeluhakan Warga
Ilustrasi (Ist).

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Data penerima bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) di Pangkep dikeluhkan warga. Pasalnya banyak warga kurang mampu yang kini tidak termasuk dalam daftar penerima manfaat.

Salah seorang warga Pangkep, Nhayanti, mengaku baru tau dirinya tidak lagi terdata sebagai KPM setelah datang ke Kelurahan Attangsalo, Kecamatan Marang, hari ini, dengan maksud mengambil beras sejahtera yang selama ini diterima. Namun, setelah berjam-jam menunggu Ia kecewa dan pulang dengan tangan kosong.

"Banyak yang kacewa, seperti tetangga saya juga, seorang janda sudah beberapa tahun, Ia menganggap masih ada datanya tapi ternyata tidak ada. Kami semua pulang dengan senyum kekecewaan," ujar Nhayanti kepada Rakyatku.com, Kamis (15/2/2018).

Kekecewaan Nhayanti bukan tanpa alasan, dengan kondisinya yang kekurangan, Ia sangat membutuhkan bantuan sebagaimana Bansos Rastra. "Sampai dirumh air mataku langsung berlinang. Sedih. Beras 10 kilo yang cukup di makan kurang lebih 10 hari tidak jadi kami terima. Padahal kami datang pagi-pagi dan pulang dengan kekecewaan," jelas Nhayanti.

Sebelumnya, Ketua RW 4, Kelurahan Mappasaile, Musakkir mengaku, sekitar 94 warganya yang sebelumnya masuk dalam penerima Rastra, kini tinggal 24 saja. Anehnya, dari 24 KPM tersebut diantaranya ada yang masuk dalam kategori mampu.

Terpisah, Camat Marang, Bahtiar mengaku telah mendengar terkait warganya yang protes dan kecewa karena tidak lagi termasuk di dalam keluarga penerima manfaat. Tidak ingin berlarut-larut Ia akan mengkoordinasikan dengan seluruh desa dan lurah di Marang untuk mendata ulang warga yang berhak menerima bansos.

"Saya akan segera meminta desa dan lurah untuk mendata ulang warga yang berhak menerima untuk dimasukkan di Dinas Sosial. Karena terus terang, sejak perubahan menjadi Bansos Rastra ini banyak data berubah. Apalagi gratis, pasti banyak masyarakat protes bila tidak diakomodir," ungkap Bahtiar.