Kamis, 15 Februari 2018 14:45 WITA

Pak Jokowi, Perbaiki Sekolah Kami

Editor: Aswad Syam
Pak Jokowi, Perbaiki Sekolah Kami
Kondisi PAUD di Ulugalung-Sarajoko, Lingkungan Bontorihu, Kelurahan Ballasaraja, Kecamatan Bulukumpa, Bulukumba.

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hari ini berada di Sulawesi Selatan, mengunjungi sejumlah daerah, seperti Makassar, Gowa dan Takalar. Jokowi juga telah membagi sepeda kepada sejumlah pelajar dan guru.

Di bagian selatan lokasi kunjungan pak presiden, kurang lebih 100 kilometer, terdapat sebuah sekolah pendidikan anak usia dini (Paud). Kondisinya miris. Tepatnya, di Ulugalung-Sarajoko, Lingkungan Bontorihu, Kelurahan Ballasaraja, Kecamatan Bulukumpa, Bulukumba.

Dinding seng gelombang menjadi penghalang agar cahaya matahari dari samping tidak langsung menembus isi ruangan. Biar lebih cantik dan menarik dipandang muridnya, diberi sejumlah poster yang berisi huruf, angka dan hijaiyah.

"Pak presiden, lihat sekolah anak kami," demikian ujar Fitriani, guru sekolah Paud ini, saat tahu Presiden Joko Widodo berada di Makassar hari ini.

Sebanyak 17 murid di sekolah ini memimpikan adanya perbaikan pada bagian bangunan sekolah, agar nyaman belajarnya, juga kulitnya tak terisap dinginnya lantai semen.

Terlebih, kepala sekolahnya, Suriani menginginkan bangunan permanen yang layak. Apalagi sekolah ini tak memiliki bangku, sehingga hanya menggunakan karpet bulu sebagai pengalas pantatnya ketika belajar.

Agar tampak seperti sekolah PAUD, bagian depan diberi gambar dan coretan warna-warni. Pemuda bernama Arham Nur yang melukisnya. Rumahnya tak jauh dari sekolah tersebut.

"Tanah sekolah ini dari Pak Haji Arif yang menghibahkan ke kami. Bangunannya awalnya hanya rumah panggung, yang peralatan dan bahannya kami pindahkan," kata Suriani.

Anak-anak di sekolah ini berharap, seandainya Pak Jokowi ada waktu dan menyempatkan diri ke Bulukumba, mereka ingin sekolahnya dikunjungi, melihat ruangannya, duduk di lantai sekolahnya. Bersama membicarakan bangunan sekolahnya yang kian hari semakin rapuh.