Kamis, 15 Februari 2018 15:00 WITA

8 Gadis Dijual ke Pria Hidung Belang, Sekali Main Rp1 Juta

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
8 Gadis Dijual ke Pria Hidung Belang, Sekali Main Rp1 Juta
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Sebanyak 8 gadis asal Bandung, Jawa Barat, menjadi korban perdagangan manusia. Mereka dibawa ke Surabaya, oleh empat tersangka selaku mucikari antara lain FQ (24), IR (19), GG (26), dan ANY (23).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Polisi Rudi Setiawan mengatakan, delapan gadis yang dijual melalui media sosial ini berinisial YS (19), FNS (18), Nas (17), RS (16), AN (17), MR (21), SB (19) dan NB (19). Dalam kasus ini, mereka adalah korban. 

"Gadis-gadis yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang ini, beserta para mucikarinya, semuanya berasal dari Bandung," Rudi Setiawan.

Rudi menjelaskan, kedelapan gadis Bandung itu didatangkan ke Surabaya sejak 1 Februari 2018. Selama menetap di sana, para korban ditempatkan oleh keempat mucikari tersebut di tiga unit apartemen di kawasan Manyar.

Dalam menjalani praktik bisnis prostitusi ini, mucikari memegang peranan penting. Setiap harinya para mucikari akan mencarikan pelanggan pria hidung belang untuk para gadis tersebut. Mucikari ini menarifkan sebesar Rp 1 juta kepada pelanggannya untuk sekali kencan. 

“Jumlah uang tersebut nantinya akan dibagi dua. Mucikari mendapat keuntungan 55 persen. Sementara sisanya 45 persen untuk korban,” ujar Rudi dilansir laman Kriminologi, Kamis (15/2/2018).

Bisnis prostitusi yang dijalani oleh keempat mucikari ini bukan baru kali ini dilakukan. Sebelumnya, para tersangka telah menjalankan bisnis ini di Surabaya sejak September 2017. Hanya, ketika itu para korban yang mereka perdagangkan adalah perempuan-perempuan lokal asal Surabaya. 

Namun, karena merasa bisnisnya selama ini berjalan lancar, para mucikari asal Bandung ini kemudian mendatangkan gadis-gadis dari daerah asalnya untuk juga diperdagangkan di lokasi yang sama. 

Menurut Rudi, kasus ini bukan hanya sekadar perdagangan orang. Pasalnya, dari 8 korban beberapa di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur. Karena itu, besar kemungkinan hukuman yang dikenakan kepada para pelaku cukup berat. 

"Hukumannya bisa lebih berat karena beberapa korbannya masih anak-anak," ujarnya.

Terkait hal ini, salah seorang mucikari berinisial FQ berdalih para korban yang dibawanya ke Surabaya untuk diperdagangkan dalam bisnis prostitusi ini merupakan permintaan sendiri dari para korban. Kata FQ, para korban meminta untuk dicarikan tamu.

"Saya juga tidak tahu kalau beberapa dari mereka masih di bawah umur. Semuanya waktu awal bertemu mengaku sudah berusia 21 tahun," kata FQ.