Kamis, 15 Februari 2018 13:03 WITA

Menag Pelajari Maklumat Abu Tours

Editor: Aswad Syam
Menag Pelajari Maklumat Abu Tours
Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, dalam kunjungan di Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Terkait penundaan keberangkatan ribuan jemaah umrah melalui Abu Tours Travel, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin hingga saat ini belum memiliki ketegasan sikap. 

Ditemui usai meresmikan gedung baru di Kampus II UIN, Samata, Kamis (15/2/018), ia mengatakan masih terus memantau polemik yang menimpa travel tersebut. Sebelumnya soal memberangkatkan jemaah yang telantar, Abu Tours diberi tenggat waktu hingga 10 Februari. Namun hingga saat ini masih ada sekitar belasan ribu (khusus di Sulsel) jemaah umrah yang belum berangkat. 

"Jadi tentu kami terus memantau, menangani kasus-kasus yang sekarang sedang diproses. Pihak kepolisian sedang juga melakukan penyelidikan, apakah ada indikasi yang kuat terkait dengan tindak pidana dari apa yang dilakukan dugaan-dugaan ini," kata Lukman Saifuddin kepada awak media. 

Menanggapi isi maklumat yang dikeluarkan Abu Tours yang mengatakan jemaah lama bisa berangkat umrah dengan menggaet jemaah yang baru, Menag Lukman hanya berkata masih akan terus mempelajari isi maklumat tersebut. 
Hal ini tentu menjadi antitesis dari pernyataan DPRD yang melarang Abu Tours menerima jemaah baru, sebelum memberangkatkan seluruh jemaah lama yang tertunda sejak Januari lalu. 

"Itu (isi maklumat) bagian yang terus dipelajari oleh semua kita ya," imbuh Menag.

Hingga kini polemik penundaan jemaah yang dilakukan salah satu biro perjalanan umrah yakni Abu Tours, masih terus berjalan. Tercatat masih ada sekira 16 ribu jemaah khusus di Sulawesi Selatan yang belum berangkat umrah. Keberangkatannya ini terancam batal. 

Kenaikan pajak progresif 5 persen yang diterapkan pihak kerajaan Arab Saudi tepat tanggal 1 Januari 2018 menjadi salah satu alasan Abu Tours terpaksa menunda keberangkatan ribuan jemaahnya. Harga murah (sekitar Rp12 juta -  Rp17 juta) yang diterapkan untuk setiap jemaah, justru menjadi bumerang bagi Abu Tours. 

Harga ini memang sangat bertolak belakang, mengingat Kemenag telah menerapkan standar minimal pembiayaan umrah sebesar Rp20 juta untuk biro perjalanan umrah. 

Sementara itu, Polda Sulsel yang telah menyediakan posko pengaduan bagi jemaah Abu Tours terus mendalami polemik kasus yang menimpa jemaah umrah ini. Setidaknya, hingga saat ini sudah ada sekitar 75 orang yang mengadu ke posko pengaduan Polda Sulsel.