Kamis, 15 Februari 2018 11:20 WITA

Begini Detik-detik Penangkapan Perwira Menengah Aliran Sesat

Editor: Aswad Syam
Begini Detik-detik Penangkapan Perwira Menengah Aliran Sesat
Pomal dan Intel Lantamal V, saat menggerebek padepokan aliran sesat yang melibatkan oknum perwira menengah.

RAKYATKU.COM, SEMARANG - Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) dan jajaran intelijen Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V, berhasil menangkap oknum perwira menengah (pamen) yang diduga sebagai pengikut aliran sesat di daerah Pelebon, Semarang, Jateng, malam tadi.

Komandan Pomal Lantamal V Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, melalui rilis yang dikirim Kadispen Lantamal V, Mayor Rohman Arif dari kantor Mako Pomal Lantamal V Jl. Hang Tuah No. 1, Ujung, Surabaya, ke Rakyatku.com, menceritakan kronologis penggerebekan yang cukup dramatis.

Pada pukul 14.00 WIB, Tim Lidpam dan Denpomal Lanal Semarang, bergerak menuju sasaran. Sedangkan tim dari Sabhara Polrestabes Semarang, akan meluncur setelah mendapatkan info kesiapan dari Tim Lidpam Pomal dan Denpomal Lanal Semarang.

Setelah melalui proses yang cukup sulit sekitar 1,5 jam, karena rumah tertutup sangat rapat mulai dari depan pagar besi setinggi 3 meter, maka pukul 18.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Lidpam Pomal Lantamal V, Denpomal Lanal semarang, Sintel Lanal Semarang, Ban II Pam Ditum Kodiklatal, 1 Ton Satsabhara Polrestabes Semarang dan Polsek Pedurungan, berhasil merangsek masuk ke dalam Rumah yang digunakan sebagai padepokan aliran tersebut.

Letkol N dan istri MAS yang menjadi target operasi (TO), berhasil ditangkap dan diamankan. Selanjutnya dibawa ke kantor Denpomal Lanal Semarang. Saat bersamaan, masuk juga pihak-pihak keluarga lain yang sudah lama mencari anggota keluarganya, yang ikut aliran tersebut dan mengambil anggota keluarganya untuk dibawa pulang.

Aliran ini lanjut Fuad, mempercayai bahwa seluruh duniawi harus ditinggalkan dan kembali ke titik nol manusia. Tidak salat maupun mengaji. Anak-anak tidak diperbolehkan sekolah. Ini berkaitan dengan temukannya banyaknya anak kecil yang ada dalam rumah tersebut yang berusia antara 3 tahun sampai 17 tahun tidak bersekolah, hanya di dalam komplek rumah saja.

Saat penangkapan, ratusan masyarakat sekitar turut pula menyaksikan proses penangkapan. Masyarakat sekitar rumah yang digunakan pedepokan, mengaku sudah lama resah dengan adanya padepokan yang anggotanya sangat tertutup, dan tidak mau berbaur dengan warga sekitarnya. Hanya saja, namun masyarakat tidak berani melaporkan.

Usai penangkapan, Letkol N beserta istri sekitar pukul 22.00 WIB, dibawa tim Lidpam Pomal Lantamal V melalui jalur darat, menggunakan 1 Mobil Lidpam ke Mako Pomal Lantamal V di Surabaya untuk proses lebih lanjut.

Atas kasus ini, Danpomal Lantamal V kembali menegaskan, pihaknya akan terus bergerak untuk membersihkan institusi dari kenakalan oknum yang kerap merusak citra TNI/TNI AL, yang seharusnya sebagai seorang prajurit membuktikan diri sebagai prajurit rakyat, prajurit pejuang, prajurit nasional dan prajurit profesional yang memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI dan Trisila TNI AL.

Ia menyadari, prajurit juga manusia yang sama seperti masyarakat lainnya, dan tidak menutup kemungkinan melakukan tindak-tindakan yang melanggar aturan. Oleh karena itu, Pomal hadir sebagai garda terdepan dalam menegakkan hukum dan disiplin keprajuritan.

"Kita terus bekerja guna mencapai Zero Crime, Pomal Lantamal V akan sikat habis kejahatan dan pelanggaran yang diduga melibatkan oknum TNI AL," pungkasnya.