Kamis, 15 Februari 2018 09:08 WITA

Pelaku Sebut Lecehkan DK karena Daster, Komnas Perempuan Geram

Editor: Aswad Syam

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Alasan daster yang menjadi penyebab Rifki (22) spontan melakukan kekerasan seksual di Jatinegera, Jakarta Timur, membuat Komnas Perempuan geram. 

Ketua Komnas Perempuan Azriana Rambe Manalu seperti dikutip Detik menyebut, alasan Rifki mencerminkan budaya menyalahkan korban.

"Budaya menyalahkan korban harus dihentikan. Alasan yang disampaikan pelaku menunjukkan bagaimana cara pandang yang diskriminatif terhadap perempuan masih cukup kuat di masyarakat kita," kata Azriana, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, sebagaimana laki-laki, perempuan juga memiliki hak untuk menentukan pakaian apa yang ingin dikenakannya.

Azriana menekankan pentingnya kaum laki-laki mengubah cara pandang mereka terhadap kaum perempuan. Tidak lagi melihat perempuan sebagai objek seksual.

Pelaku Sebut Lecehkan DK karena Daster, Komnas Perempuan Geram

Azriana berpendapat mengubah cara pandang kaum pria bahwa perempuan bukanlah objek seksual dapat diupayakan dengan menyatukan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) dan keadilan gender dalam dunia pendidikan. Kemudian menanamkan pikiran tubuh seseorang adalah miliknya sendiri sehingga tak berhak disemena-menakan orang lain.

Aksi pelecehan seksual Rifki terjadi Selasa (6/2/2018) lalu. Saat itu, Rifki melihat DK berjalan ke arah warung di sebuah gang sempit di Jatinegara.

Rifki yang berada di belakang DK tergiur saat melihat DK memakai daster dengan tubuh yang berbayang akibat sinar lampu dari arah depan.

Karena nafsu yang memuncak, Rifki lalu membekap dan melecehkan korban di gang sempit itu. Pelaku juga sempat membanting hingga mencekik korban karena melawan.

Berita Terkait