Rabu, 14 Februari 2018 23:00 WITA

Kejati Sudah Terima SPDP Pengemudi Taksi Online Pengangkut "Tuyul"

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Kejati Sudah Terima SPDP Pengemudi Taksi Online Pengangkut
Para sopir taksi online yang mengangkut "tuyul" saat diamankan beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan Kejaksaan Tinggi Sulsel telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap tujuh tersangka pengemudi Grab berpenumpang fiktif atau "tuyul" dengan keuntungan Rp50 juta. 

SPDP ini diterima dari penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel. Dalam kasus ini penyidik Polda telah menetapkan tujuh orang tersangka driver Grab Car. Mereka masing-masing berinisial IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24) dan TB (25). 

"SPDP itu sudah kita terima, dari penyidik," ujar Salahuddin, Rabu (14/2/2018).

Dengan adanya SPDP tersebut, menurut Salahuddin, Kejati tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara tersebut untuk diteliti dan dipelajari oleh tim jaksa peneliti terrkait berkas kasus tersebut telah memenuhi syarat, baik secara formil maupun materil. Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan tim penyidik dalam penanganan kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dalam kasus tersebut untuk menemukan fakta serta bukti-bukti tambahan terkait kasus tersebut.

loading...

"Selain itu juga penyidik, telah menambah masa penahanan tersangka menjadi 40 hari," tukas Dicky.

Menurut Dicky, penambahan penahanan tersebut dilakukan, karena masa penahanan 20 hari ketujuh tersangka tersebut telah habis. Selain itu ia juga mengatakan penambahan penahanan tersangka dikarenakan berkas perkara para tersangka kini masih dalam tahap perampungan. 

"Masa penahanannya sudah kita perpanjang masa penahananya selama 40 hari ke depan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, berkas tahap pertama sudah diserahkan ke Kejaksaan," bebernya. 
 

Loading...
Loading...