Rabu, 14 Februari 2018 10:30 WITA

Pemuda Gorok Nenek Tirinya karena Halusinasi Penyihir

Editor: Aswad Syam
Pemuda Gorok Nenek Tirinya karena Halusinasi Penyihir
Jonathan Griffiths

RAKYATKU.COM, LIVERPOOL - Seorang pria penderita skizofrenia paranoid, menggorok leher nenek tirinya karena mengira korban adalah penyihir. Itu terungkap di pengadilan di Inggris. 

Jonathan Griffiths (23), mengaku bersalah telah membunuh Janice Griffiths di rumah mereka di Ty Rhiw di Taff's Well, dekat Cardiff, Inggris, pada 12 Juni 2017. 

Padahal, wanita 59 tahun yang juga dikenal dengan nama Rose itu, telah membesarkannya sejak ia masih bayi dan merupakan wali sahnya. 

Hakim Eleri Rees, yang menghukum terdakwa di Pengadilan Mahkota Cardiff, mengaku sungguh mengejutkan dan tragis bahwa dia harus mati di tangan seseorang yang dia rawat selama hidupnya.

Jaksa penuntut, Michael Jones menjelaskan, bagaimana tukang karpet Dennis Martin Jones telah menarik Griffiths dari neneknya setelah dia berteriak minta tolong. 

Terdakwa berdiri di dekatnya dengan pisau berburu besar ukuran 18,7 cm, saat dia berada di sofa. Janice sempat menyuruh Martin untuk menelepon 999. 

Namun, terdakwa tetap melanjutkan serangannya dengan memutar leher korban seolah-olah sedang mencoba memecahkannya. 

Janice dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Wales, di Cardiff, melalui ambulans udara. Namun meninggal pada hari berikutnya setelah menderita kerusakan otak yang parah yang disebabkan cedera serius pada lehernya.
 
Jonathan ditangkap di Cardiff Road dan mengatakan kepada petugasnya telah ingin merobek kepalanya. Dia kemudian mengatakan kepada polisi, dia telah membunuh neneknya karena dia adalah penyihir putih. 

Jonathan telah mengalami halusinasi sebelum pembunuhan tersebut dan juga terdengar mengutip Alkitab. Jonathan menerima pembelaan bersalah atas pembunuhan setelah para ahli mengatakan bahwa ada sedikit tanggung jawab. Jonathan saat ini berada di Rumah Sakit Ashworth, di Liverpool.