Rabu, 14 Februari 2018 09:19 WITA

Israel Disebut Jadikan Kadal Sebagai Mata-mata di Iran

Editor: Andi Chaerul Fadli
Israel Disebut Jadikan Kadal Sebagai Mata-mata di Iran

RAKYATKU.COM - Mantan pejabat militer Iran, Hassan Firuzabadi mengklaim jika Israel menggunakan kadal sebagai mata-mata untuk mengidentifikasi lokasi tambang uranium Iran.

Pernyataan penasihat militer untuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ini dibuat sebagai tanggapan atas penangkapan para aktivis lingkungan setempat baru-baru ini, dilansir Live Science yang mengutip dari The Times of Israel.

Meskipun dia tidak membahas kasus saat ini, dia menyebutkan contoh yang lalu ketika orang-orang mencurigakan membawa reptil seperti bunglon karena mencoba memasuki negara tersebut.

"Kami menemukan bahwa kulit mereka menarik gelombang atom. Dan bahwa mereka adalah mata-mata nuklir yang ingin mengetahui di mana di dalam Republik Islam Iran kita memiliki tambang uranium dan di mana kita terlibat dalam aktivitas atomik," kata Firuzabadi kepada Kantor Berita Tenaga Kerja Iran.

Meskipun gelombang atom bukanlah hal yang nyata, mungkin yang dimaksud Firuzabadi adalah radiasi gamma atau gelombang dalam spektrum elektromagnetik yang akan dipancarkan dari isotop radioaktif selama penambangan uranium.

Namun klaim itu disebut aneh oleh pakar reptil kepada Live Science.

"Ini adalah BUNK yang murni dan sederhana," Eric Pianka, seorang profesor zoologi di University of Texas di Austin.

Gagasan bahwa kadal entah bagaimana dapat menarik gelombang "atom" tidak masuk akal. Karena kulit kadal terbuat dari protein yang sama persis dengan kulit manusia, keratin. 

Scutes atau sisik yang menutupi kadal terdiri dari dua jenis protein keratin, keratin A dan B. Keduanya tidak memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi uranium atau bahan radioaktif lainnya.

Tapi bagaimana dengan teknik mata-mata lainnya? "Gagasan bahwa kadal bisa tertarik pada tambang uranium bertolak belakang dengan data-data yang ada selama ini," ujar Barry Sinervo, seorang ahli biologi evolusioner di Universitas Caifornia, Santa Cruz.

Selain itu, peneliti lainnya, Sinervo menjelaskan, kadal adalah hewan berdarah dingin dan mencari tempat hangat untuk beristirahat. Bukan pada tambang uranium yang dingin.

"Jadi, klaim tersebut, berdasarkan apa yang kita ketahui tentang kadal, tidak masuk akal," kata Sinervo.

Tags