Rabu, 14 Februari 2018 08:14 WITA

Miris, Abi Habisi Istri dan Dua Putri Tiri Hanya Gara-gara Ini

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Miris, Abi Habisi Istri dan Dua Putri Tiri Hanya Gara-gara Ini

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan Ema (40) dan dua putrinya, Nova (23) dan Tari (13), yang gegerkan warga Perumahan Taman Kota Permai 2, Kelurahan Priuk, Kota Tangerang, Senin (12/2/2018) lalu. Pelakunya adalah Muchtar Efendi alias Abi (60), suami dan ayah tiri dari para korban. 

Tiga hari sebelum pembunuhan, Abi mengetahui istrinya, Ema membeli mobil dengan cara menyicil tanpa seizin dirinya. Abi kemudian emosi dan bertengkar.

Puncak pertengkaran terjadi Senin dini hari. Abi mengambil pisau yang dia sembunyikan di dalam lemari, kemudian menikam satu istrinya dan dua anak tirinya. Sebelum putri bungsunya ditikam, Ema diduga berusaha melindungi. Sehingga pada saat ditemukan, jasad Ema sementara tertelungkup di atas jasad Tari. 

Ema juga sempat berteriak, "Sudah...sudah. Astagfirullah." Suara Ema ini sayup-sayup terdengar ke telinga tetangga. Namun, mereka tidak berani menolong. Ketiga korban tak tertolong, sebab menderita luka di leher dan perut.

Usai melampiaskan amarahnya, Abi kemudian diduga stres dan menyesal. Dia lalu ke kamar belakang merenung sebelum kemudian menikam dirinya. Namun, jiwanya tertolong.

"Jadi dia kesal, karena istrinya nyicil mobil tanpa bicara dengan pelaku," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan, Selasa kemarin seperti dilansir dari Merdeka.

Kini tersangka masih menjalani perawatan di RS Dr Sukamto Kramat Jati. Penetapan Abi sebagai tersangka berdasarkan pengakuan yang bersangkutan saat berada di rumah sakit. Hal ini juga dikuatkan dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan tak ada orang lain ketika peristiwa tersebut terjadi. Selain itu, kesaksian sejumlah warga serta fakta di TKP juga turut menguatkan bukti polisi.

"Semua barang lengkap. Kulkas, TV, mobil ada semua. (HP) ada di sekitar TKP, teknisnya nanti saya sampaikan ya. Intinya sudah kita dapatkan sebagai bukti tambahan," tutur Harry.

Selain itu, berdasarkan keterangan para saksi, pagar hingga pintu rumah korban dalam kondisi tak terkunci saat peristiwa tersebut terjadi. Hal ini menunjukkan indikasi pembunuhan di kasus ini semakin menguat.

"Kalau kata keterangan saksi, pintunya tidak dikunci. Makanya saksi ada yang bilang teriak ada yang bilang ramai. Kami tidak bisa menyimpulkan motifnya, karena pas masuk dari keterangan saksi pintu tidak dikunci. Kalau kuncinya dikunci dari dalam kita bisa segera menyimpulkan, salah satu alibinya. Makanya tidak ingin menduga-duga karena dari gerbang sampai pintu rumah, semuanya los tidak dikunci," lanjutnya.

Tersangka dijerat pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.