Selasa, 13 Februari 2018 17:39 WITA

Gubernur Aceh Bolehkan Perayaan Valentine, Bupati Aceh Besar Larang Tegas

Editor: Abu Asyraf
Gubernur Aceh Bolehkan Perayaan Valentine, Bupati Aceh Besar Larang Tegas
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

RAKYATKU.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melarang perayaan Valentine's Day atau hari kasih sayang. Larangan itu dituangkan dalam bentuk surat imbauan.

Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri mengatakan, imbauan tersebut ditujukan kepada para kepala sekolah tingkat SMA, SMK, SMP, dan MTs.

Dia menyebut bahwa perayaan Valentine tidak sesuai dengan karakter budaya Indonesia dan cenderung menjadi ajang pergaulan bebas. Kasih sayang harus ditunjukkan sepanjang waktu, bukan hanya hari tertentu.

Dia juga mengajak generasi muda Kalimantan Tengah agar memiliki jati diri yang religius, nasionalis, mandiri, dan berintegritas. Pihak sekolah siminta berkomunikasi dan berkoordinasi dengan masyarakat dan keluarga dalam pembinaan karakter generasi muda.

"Kita mengingatkan. Karena yang kita khawatirkan terhadap generasi muda. Generasi-generasi muda ini kan ada di level SMA, SMK, SMP. Mereka ini rentan yang mudah terpengaruh, ikut-ikutan teman," kata Fahrizal seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Gubernur Aceh Bolehkan Perayaan Valentine, Bupati Aceh Besar Larang TegasGubernur Aceh, Irwandi Yusuf

Kondisi berbeda terjadi di Aceh. Provinsi yang menerapkan syariat Islam tersebut justru membolehkan perayaan Valentine. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku tidak bisa melarang masyarakat yang ingin merayakannya.

"Sebetulnya perayaan, asal jangan berlebihan, itu hukumnya mubah, boleh. Asal jangan timbul extravaganza-nya," kata Irwandi di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Irwandi mengungkapkan, hari Valentine boleh dirayakan asal tidak melanggar hukum. Adapun bagi kepala daerah di Aceh yang mengeluarkan surat larangan merayakan Valentine, kata dia, hanya bersifat imbauan. "Mengimbau boleh, melarang jangan," katanya.

Sikap gubernur Aceh itu berbeda dengan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. Dia telah mengeluarkan surat imbauan yang berisi larangan perayaan Valentine's Day di wilayahnya. Polisi syariat dan Satpol PP akan menjaga objek wisata yang ada di kabupaten tersebut. 

Mawardi mengaku surat edaran itu sudah disampaikan kepada berbagai pihak mulai camat, kepala sekolah, hingga kepala desa. Semua elemen masyarakat di Aceh Besar diminta untuk mencegah adanya perayaan hari kasih sayang. 

"Kita bikin surat kepada camat, sekolah-sekolah dan kades, semua elemen masyarakat Aceh Besar untuk mensosialisasikan tidak ada Valentine's Day di Aceh Besar. Kita harus hormati masyarakat Aceh dan Aceh Besar yang melaksanakan syariat Islam," kata Mawardi usai pelatihan pratugas pendamping kecamatan program Aceh Besar sejahtera, Selasa (13/2/2018). 

"Kalau mau pacaran silakan setelah nikah. Kalau mau kasih sayang setelah nikah silakan," jelasnya. 

Meski ada larangan perayaan valentine's day, objek wisata di Aceh Besar tidak diintruksikan untuk ditutup. Hanya saja, Pemkab Aceh Besar akan mengerahkan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariat) untuk menjaga lokasi wisata agar tidak ada perayaan hari kasih sayang. 

"Tempat wisata tidak kita tutup tapi kita kawal. Satpol PP dan WH akan kawal dan tidak ada yang namanya perayaan valentine's day di Aceh Besar," ungkap mantan anggota DPR Aceh ini.